Tanggal: 16
Desember 2024
di Group WA
10.000 GMLD (Guru Motivator Literasi Digital) 1 PGRI
Waktu :
14.00-15.30 WIB
Moderator: Siti
Rokayah
Narasumber :
Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd.
Situs: https://pgri.or.id
Pertemuan GMLD (Guru Motivator Literasi Digital) 1 PGRI terdiri dari 20 episode sejak16 Desember 2024 sampai dengan 4 Januari 2025 yaitu :
1. Membangun Digital Space yang Aman
Untuk Anak
2. Yuk Kelola Jejak Digital yang Baik
3. Mengembangkan Minat Dan Bakat
Melalui Dunia Digital
4. Yuk Cegah Cyberbullying
5. Strategi Menangkal Hoax
6. Menjadi Pejuang Kebenaran di
Tengah Gempuran Hoax
7. Menyalurkan Hobi di Platform
Digital
8. Cara Ampuh Memaksimalkan Potensi di
Digital World
9. Inklusivitas di Dunia Digital
10. Anak Muda Berani Bikin Perubahan di
Dunia Digital
11. Keterampilan Digital untuk Masa
Depan Yang Cerah
12. Mengekspresikan Diri yang Baik di
Media Sosial
13. Berbincang dengan Hoax, Media
Sosial dan Dunia Digital
14. Literasi Digital Menciptakan
Kemampuan dan Kesempatan
15. Menjelajahi Alam Digital yang
Luas
16. Pengembangan Kualitas Hidup melalui
Program Literasi Digital
17. Bijak dalam Ber-Media Sosial
18. Ciptakan Peluang melalui Literasi
Digital
19. Era Teknologi Bebas namun
Tanggung Jawab
20. Berbagi Praktik Baik Literasi
Digital
Kelas Guru Motivator Literasi Digital (GMLD) adalah program pelatihan yang diselenggarakan oleh PGRI dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam:
Tujuan
1. Meningkatkan kesadaran dan
kemampuan literasi digital.
2. Mengembangkan kompetensi guru
dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses belajar-mengajar.
3. Meningkatkan kemampuan guru
sebagai motivator dan fasilitator pembelajaran.
4. Mengembangkan budaya digital yang
positif di sekolah.
Materi Pelatihan
1. Literasi digital dasar
(pengenalan, keamanan, dan etika online).
2. Penggunaan teknologi pembelajaran
(LMS, aplikasi pembelajaran).
3. Desain pembelajaran berbasis
teknologi.
4. Pengelolaan kelas digital.
5. Cyberbullying dan keamanan online.
6. Media sosial dan komunikasi
efektif.
Manfaat
1. Meningkatkan kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi.
2. Meningkatkan kualitas
pembelajaran.
3. Membangun komunitas guru yang
berbagi pengetahuan.
4. Meningkatkan kesadaran akan
pentingnya literasi digital.
Kriteria Peserta
1. Guru PAUD, TK, SD, SMP, SMA, dan
SMK.
2. Memiliki kemampuan dasar komputer
dan internet.
3. Berkomitmen mengikuti pelatihan
secara penuh.
4. Memiliki rekomendasi dari sekolah
atau dinas pendidikan.
Sumber Informasi
1. Situs web https://pgri.or.id dan
bukan Kemendikbud.
2. Direktorat Jenderal Pendidikan
Dasar dan Menengah.
3. Direktorat Pembinaan Guru.
Program GMLD bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan guru untuk menghadapi era digital.
Digital Space istilah kerenya mungkin dikenal dengan Ruang Digital. Berbicara ruang digital kita akan berhadapan dengan layar segiempat bersudut yang mengharuskan secara online terhubung dengan device yang saling terkoneksi satu dengan yang lainnya dalam sistem internet. Kalau yang dikatakan ruang mungkin tempat berdiam diri yang pastinya kita bisa bernapas ataupun tidak seperti ruang angkasa.
Dari judulnyanya saja sudah berat untuk menjabarkan makna yang akan kita dapatkan di hari pertama pelatihan. Setelah ditelisik satu persatu tidak lepas kita berhadapan dengan kata kunci “digital”. Mmm… mungkin digital yang akan dibahas selama 20 pertemuan berupa teknologi yang akan kita gunakan dalam mengolah dan menyimpan informasi atau suatu komunkasi dalam pemakaiannya membutuhkan perangkat elektronik yang sesuai zamannya dengan peraturan yang mengikatnya.
Berhubung penulis berada pada zona rawan dalam tanda kutip mati gaya dan mati daya ketika berhubungan dalam penyambung arus menuju digital yang disarankan. Hal ini karena tegangan listrik tak akan mendukung untuk tetap stand bye ada dalam 24 jam sehari Ada kalanya akan ada listrik padam di tepat penulis. Diperparah dengan kondisi alam yang tak mendukung kegiatan secara online. Dunia gelap dengan padam listrik sudah menjadi makanan sehari hari sebelum membahas digital tentunya. Efek dari listrik ini akan menghilangan segala sinyal internet apapun kartunya atau lost signal.
Membangun ruang digital yang aman untuk anak dapat
dilakukan dengan bersama sama memahami perkembangan digital, psikologi
dan perkembangan dunia digital, memberi tahu resiko kejahatan cyber, dan
mencari cara dalam berinternet yang sehat.
1) Perkembangan digital akan terus berkembang sesuai
kecepatan data yang terkumpul
2) Kita harus memahami psikologi anak dan
perkembangannya dalam dunia digital sesuai tingkat pemahamnnya melalui taxonomi
bloom bila berhubungan dengan kognitifnya.
3) Tindakan preventif agar anak tidak berdampak pada
resiko kejahaan cyber.
4) Berusaha berinternet secara sehat karena tanpa
sadar kita memperi peluang mereka dalam mengakses/membuka yang belum saatnya
mengetahui.
Ada Istilah CABE (Cakap, Aman, Budaya dan Etika digital) untuk menanggulangi keamanan digital. Hal ini akan menjadi resiko yang akan didapat anak berupa kecanduan games, cyberbully, pelanggaran privasi, kejahatan lainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu bila tak ditanggulangi.

