Sabtu, 18 Januari 2025

MEMBANGUN DIGITAL SPACE YANG AMAN UNTUK ANAK


Tanggal: 16 Desember 2024

di Group WA 10.000 GMLD (Guru Motivator Literasi Digital) 1 PGRI

Waktu : 14.00-15.30 WIB

Moderator: Siti Rokayah

Narasumber : Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd.

Situs: https://pgri.or.id

Pertemuan GMLD (Guru Motivator Literasi Digital) 1 PGRI terdiri dari 20 episode sejak16 Desember 2024 sampai dengan 4 Januari 2025 yaitu :

1. Membangun Digital Space yang Aman Untuk Anak

2. Yuk Kelola Jejak Digital yang Baik

3. Mengembangkan Minat Dan Bakat Melalui Dunia Digital

4. Yuk Cegah Cyberbullying

5. Strategi Menangkal Hoax

6. Menjadi Pejuang Kebenaran di Tengah Gempuran Hoax

7. Menyalurkan Hobi di Platform Digital

8. Cara Ampuh Memaksimalkan Potensi di Digital World

9. Inklusivitas di Dunia Digital

10. Anak Muda Berani Bikin Perubahan di Dunia Digital

11. Keterampilan Digital untuk Masa Depan Yang Cerah

12. Mengekspresikan Diri yang Baik di Media Sosial

13. Berbincang dengan Hoax, Media Sosial dan Dunia Digital

14. Literasi Digital Menciptakan Kemampuan dan Kesempatan

15. Menjelajahi Alam Digital yang Luas

16. Pengembangan Kualitas Hidup melalui Program Literasi Digital

17. Bijak dalam Ber-Media Sosial

18. Ciptakan Peluang melalui Literasi Digital

19. Era Teknologi Bebas namun Tanggung Jawab

20. Berbagi Praktik Baik Literasi Digital

 Kelas Guru Motivator Literasi Digital (GMLD) adalah program pelatihan yang diselenggarakan oleh PGRI dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam:

 Tujuan

1. Meningkatkan kesadaran dan kemampuan literasi digital.

2. Mengembangkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses belajar-mengajar.

3. Meningkatkan kemampuan guru sebagai motivator dan fasilitator pembelajaran.

4. Mengembangkan budaya digital yang positif di sekolah.

Materi Pelatihan

1. Literasi digital dasar (pengenalan, keamanan, dan etika online).

2. Penggunaan teknologi pembelajaran (LMS, aplikasi pembelajaran).

3. Desain pembelajaran berbasis teknologi.

4. Pengelolaan kelas digital.

5. Cyberbullying dan keamanan online.

6. Media sosial dan komunikasi efektif.

Manfaat

1. Meningkatkan kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi.

2. Meningkatkan kualitas pembelajaran.

3. Membangun komunitas guru yang berbagi pengetahuan.

4. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi digital.

Kriteria Peserta

1. Guru PAUD, TK, SD, SMP, SMA, dan SMK.

2. Memiliki kemampuan dasar komputer dan internet.

3. Berkomitmen mengikuti pelatihan secara penuh.

4. Memiliki rekomendasi dari sekolah atau dinas pendidikan.

 Sumber Informasi

1. Situs web https://pgri.or.id dan bukan Kemendikbud.

2. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

3. Direktorat Pembinaan Guru.

Program GMLD bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan guru untuk menghadapi era digital.

       Digital Space istilah kerenya mungkin dikenal dengan Ruang Digital. Berbicara ruang digital kita akan berhadapan dengan layar segiempat bersudut yang mengharuskan secara online terhubung dengan device yang saling terkoneksi satu dengan yang lainnya dalam sistem internet. Kalau yang dikatakan ruang mungkin tempat berdiam diri yang pastinya kita bisa bernapas ataupun tidak seperti ruang angkasa.

    Dari judulnyanya saja sudah berat untuk menjabarkan makna yang akan kita dapatkan di hari pertama pelatihan. Setelah ditelisik satu persatu tidak lepas kita berhadapan dengan kata kunci “digital”. Mmm… mungkin digital yang akan dibahas selama 20 pertemuan berupa teknologi yang akan kita gunakan dalam mengolah dan menyimpan informasi atau suatu komunkasi dalam pemakaiannya membutuhkan perangkat elektronik yang sesuai zamannya dengan peraturan yang mengikatnya.

     Berhubung penulis berada pada zona rawan dalam tanda kutip mati gaya dan mati daya ketika berhubungan dalam penyambung arus menuju digital yang disarankan. Hal ini karena tegangan listrik tak akan mendukung untuk tetap stand bye ada dalam 24 jam sehari Ada kalanya akan ada listrik padam di tepat penulis. Diperparah dengan kondisi alam yang tak mendukung kegiatan secara online. Dunia gelap dengan padam listrik sudah menjadi makanan sehari hari sebelum membahas digital tentunya. Efek dari listrik ini akan menghilangan segala sinyal internet apapun kartunya atau lost signal.

Membangun ruang digital yang aman untuk anak dapat dilakukan dengan bersama sama memahami perkembangan digital, psikologi dan perkembangan dunia digital, memberi tahu resiko kejahatan cyber, dan mencari cara dalam berinternet yang sehat.

1)     Perkembangan digital akan terus berkembang sesuai kecepatan data yang terkumpul

2)   Kita harus memahami psikologi anak dan perkembangannya dalam dunia digital sesuai tingkat pemahamnnya melalui taxonomi bloom bila berhubungan dengan kognitifnya.

3)    Tindakan preventif agar anak tidak berdampak pada resiko kejahaan cyber.

4) Berusaha berinternet secara sehat karena tanpa sadar kita memperi peluang mereka dalam mengakses/membuka yang belum saatnya mengetahui.

     Ada Istilah CABE (Cakap, Aman, Budaya dan Etika digital) untuk menanggulangi keamanan digital. Hal ini akan menjadi resiko yang akan didapat anak berupa kecanduan games, cyberbully, pelanggaran privasi, kejahatan lainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu bila tak ditanggulangi.

    Sebagai orang tua yang seharusnya dilakukan dalam membentengi anak agar tak terpapar dari pengaruh negatif konten yang tak sehat yaitu: Smart tidak menyebarkan data pribadi, Alert tidak mengklik sembarangan, Strong kata sandi yang tidak mudah diretas, Kind kelola aktivitas online agar rekam jejak digital aman dari keajhatan, and Brave cegah segala bentuk kejahatan diruang digital.

     Selain itu jadikan diri kita contoh teladan bagi mereka bahwa contoh terbaik itu orang tua mereka sehingga terbangun ruang digital yang aman.

 






 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar