Senin, 24 Juni 2024

Kita berada di pihak yang mana?


 Salah seorang siswa sekolah dasar sangat mengagumi gambar lukisan yang dia buat. Dia menganggapnya sebagai karya terbaiknya. Dengan pikiran terbuka, ia menempatkan lukisannya di etalase umum sekolahnya. Dia ingin gambarnya diapresiasi oleh siswa lain. Di bawah gambar lukisan yang dia buat dia menulis: ``Jika ada yang menemukan kesalahan pada gambar ini, harap tandai dengan tinta merah."

Sore harinya, dia menemukan bahwa gambar lukisan terbaiknya penuh dengan coretan merah. Banyak sekali coretan sehingga gambar lukisan aslinya tidak dapat dikenali lagi. Dia merasa gagal karena belum berusaha cukup keras menampilkan karya terbaiknya, jadi dia mengeluh kepada gurunya tentang hal itu.

Seorang guru yang bijaksana menasihati: "Tolong taruh kembali gambar lukisan terbaikmu ke etalase sekolah besok. Tuliskan kalimat berikut di bawah gambarmu: ``Jika kamu menemukan kesalahan pada gambar lukisan ini, Mohon perbaiki dengan kuas yang telah disediakan untuk memperbaikinya".

Dan dia mengikuti saran gurunya. Dia memperhatikan dari kejauhan, tidak seorangpun mendekati lukisan itu. Hingga sore harinya, tidak ada satupun teman sekolahnya yang mencoba memperbaiki lukisan tersebut. Dia kembali menemui gurunya. Guru menjelaskan: “Banyak orang yang bisa mencari dan menemukan kesalahan sekecil apapun dan kekurangannya. Tapi, hanya sedikit orang yang bisa memperbaiki.

Begitulah keadaan kehidupan dunia kita saat ini. Banyak sekali orang yang mampu untuk mengkritik atau mencela. Namun, hanya sedikit yang menemukan solusinya.

 

Senin, 04 Juli 2022

Trainer Microsoft Terhalang Keadaan Alam


Menjadi trainer merupakan tantangan yang cukup menjanjikan dalam mengembangkan kemampuan diri. Ini merupakan tahun kedua menjadi trainer dibawah naungan Kemendikbud Ristek dan Microsoft Indonesia . 
Setiap tahun ada  ToT ( Taining of Trainer) yang menjadi program Microsoft dalam meningkatkan kemampuan guru meningkatkan literasi digitalnya. Sebagai trainer tentu dilatih dulu oleh masternya. Berhubung sekarang dibawah bimbingan Master Trainer owner dari komunitas merdeka belajar OnEduMind.com  yang bernama Wahyu Saryadi. Master Trainer ini yang akan menentukan berhak tidaknya trainer cakap dan lulus menerima tanda bukti kelayakan berupa sertifikat nantinya. 
Dengan adanya pelatihan ini memberi dampak yang luas dalam melihat kesiapan guru dari beberapa pulau di Indonesia. Kadangkala permainan jauh itu melebarkan pemikiran. Bertemu dengan berbagai suku di Indonesia dengan karakternya masing-masing. Bukan etnosentris yang dibicarakan tapi kemampuan individu dalam meningkatkan literasi bangsa ke depannya. Di layar ini apapun suku, bahasa adat, kesenian, budayapun akan melebur dalam homogenitas literasi digital bersama microsoft. Ada perpaduan antara individu satu dengan yang lainnya akan saling berkomunikasi. Pulau satu dengan pulau lainnya saling say Hello. 
Kegiatan ini tersebar dari Sabang sampai Merauke. Terkadang link pendaftaran cepat tertutup karena batas peserta pendaftaran yang menukik tajam. Hampir yang mendaftar rerata ada sekitar 54 peserta untuk satu master trainer yang terbagi sampai 40 kelas. Tapi, yang menjadi trainer dari satu kelas untuk kelulusan tak sampai 20 orang. 
Bagi trainer yang perlu disiapkan sebelum memulai kegiatan berupa:
1. Membuat flyer pendaftaran
2. Membuat Matriks/jadwal kegiatan
3. Mendata peserta yang mengikuti dengan ketetapan selama pelatihan
4. Memfasilitasi peserta dalam kegiatan berlangsung
5. Merekap data peserta yang lulus dan perbaikan/remedi
6. Membuat laporan

Sebenarnya dengan akun microsoft memberi banyak keuntungan dalam melakukan kegiatan secara blended learning. Hal positif yang tidak ada dari akun google sepanjang sepengetahuan adalah rekaman layarnya yang terekam otomatis tanpa perlu mendonload aplikasi tambahan bila paham penggunaannya dengan teams.

Master Trainer ketika memandu trainernya sudah mewanti-wanti bahwa batas kelulusan peserta yang akan didiseminasi/diimbaskan yang lulus minimum 10 orang. Oleh karena itu sebaiknya melebihi target peserta yang akan dilatih. Berhubung masternya sudah terbiasa memamdu trainer, pandangannya sudah jauh melihat kesiapan guru yang dilatih akan banyak gugur kedepannya. Terbukti juga dari pengimbasan yang dilakukan dari 49 peserta yang bisa lulus 14 orang, itupun dengan berbagai cara untuk membuat mereka lulus dari pelatihan dengan gejala peserta keluar dari WAG, tidak mengumpulkan tugas, dan melalaikan ujian. 

Kendala yang terjadi ketika pelatihan merupakan di luar kemampuan diri seperti terganggunya jaringan karena disekitar tempat pelatih terjadi longsor yang berefek putusnya jalur listrik dan sinyal. Dampaknya pada kelangsungan kegiatan diseminasi dengan hilangnya suara, terlemparnya pelatih dari room meeting serta jadwal yang bergeser. Hal positifnya adalah dengan adanya rekaman di teams peserta dapat mengulang materi dalam keadaan apapun di luar waktu yang ditetapkan.

Hal yang lainnya yaitu kesalahan teknis antara akun peserta dengan profilnya. Dampaknya yaitu data yang diberikan master trainer berefek dalam presensi. Siapa yang punya akun?, peserta yang hadir tidak sesuai dengan akunnya.

Sealain itu,  kegiatan yang telah disusun ada perubahan narasumber karena adanya masalah kondisi yang tidak memungkinkan bagi trainer tampil dalam waktu yang ditetapkan. Hal itu dapat diatasi dengan saling kerjasama sehingga kegiatan dapat berjalan sesuai waktunya.

Banyaknya peserta yang tidak lulus dikarenakan mereka memang baru mengenal akun microsoft dan belum pernah ikut pelatihan seperti level 100 dan sejenisnya, banyaknya kegiatan administrasi sekolah, padatnya jadwal pesertapun menjadi penghalang.

Biarpun alam tidak mendukung yang namanya kegiatan tetap berjalan sesuai prosedurnya, walau terjadi pergeseran waktu yang ditetapkan. Semoga bagi peserta menambah wawasannya tentang akun microsoft, apalagi yang baru mengenal kegiatan ini.