Senin, 24 Juni 2024

Kita berada di pihak yang mana?


 Salah seorang siswa sekolah dasar sangat mengagumi gambar lukisan yang dia buat. Dia menganggapnya sebagai karya terbaiknya. Dengan pikiran terbuka, ia menempatkan lukisannya di etalase umum sekolahnya. Dia ingin gambarnya diapresiasi oleh siswa lain. Di bawah gambar lukisan yang dia buat dia menulis: ``Jika ada yang menemukan kesalahan pada gambar ini, harap tandai dengan tinta merah."

Sore harinya, dia menemukan bahwa gambar lukisan terbaiknya penuh dengan coretan merah. Banyak sekali coretan sehingga gambar lukisan aslinya tidak dapat dikenali lagi. Dia merasa gagal karena belum berusaha cukup keras menampilkan karya terbaiknya, jadi dia mengeluh kepada gurunya tentang hal itu.

Seorang guru yang bijaksana menasihati: "Tolong taruh kembali gambar lukisan terbaikmu ke etalase sekolah besok. Tuliskan kalimat berikut di bawah gambarmu: ``Jika kamu menemukan kesalahan pada gambar lukisan ini, Mohon perbaiki dengan kuas yang telah disediakan untuk memperbaikinya".

Dan dia mengikuti saran gurunya. Dia memperhatikan dari kejauhan, tidak seorangpun mendekati lukisan itu. Hingga sore harinya, tidak ada satupun teman sekolahnya yang mencoba memperbaiki lukisan tersebut. Dia kembali menemui gurunya. Guru menjelaskan: “Banyak orang yang bisa mencari dan menemukan kesalahan sekecil apapun dan kekurangannya. Tapi, hanya sedikit orang yang bisa memperbaiki.

Begitulah keadaan kehidupan dunia kita saat ini. Banyak sekali orang yang mampu untuk mengkritik atau mencela. Namun, hanya sedikit yang menemukan solusinya.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar