Jumat, 28 Agustus 2020

Hatimu yang Tertulis

 

Apabila cinta telah berkata maka semuanya terasa indah. ‘Cinta’ merupakan kata hati dimana bersumber dari segumpal darah merah untuk merasakan salah satu getaran emosi yang ditimbulkan dari sinyal-sinyal perasaan.  

Kata ‘mencintai ‘menjadi kata kerja karena  memerlukan tindakan untuk melaksanakan kegiatan yang telah disukai.  Ketika menulis dengan cinta berarti menulis dengan perasaan yang ditimbulkan dari dalam diri yang tertuang  menjadi kalimat-kalimat yang dapat berbicara.

Ketika hati telah berbicara muncullah indra keenam untuk menyentuh dengan rasa kasih dan rindu yang bersemayang dalam kalbu.

Cintai kata-kata

Semua kan bisa meraba

Berbicara dalam rasa

Merajut suka cita

Berkelana dalam cerita

 

Jauhnya rindu disini saja

Berdiam diri di alam semesta

Menanti kunjungan sinar yang bercahaya

Membawa secercah fatamorgana bahagia

Terpatri dalam kalbu yang berdoa

Menanti jawaban dari yang maha kuasa

 

Yang ku tulis ini apa ya?

 

 

 

Rabu, 26 Agustus 2020

Terkejut! “ Tidak Boleh” menjadi Guru

 

Hari                 :  Rabu, 26 Agustus 2020

Jam                  :  19.00-22.00 WIB

Narasumber     :  Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA

Moderator       :  Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd

Malam ini suasana dalam group menulis sangat panas dan menggairahkan, dimulai dengan lagu kenangan lawas  bersama kekasih hati, juru bicara guru besar prof. Ekoji memulai pelatihan menulis https://www.youtube.com/watch?v=eOHeAau1tYo

Banyak sekali pesan moral untuk menulis bagi para guru yang bernafsu untuk mengeluarkan karyanya, tapi  dari semua itu dasarnya kembali kepada diri pribadi peserta untuk mengeluarkan imajinasi karyanya yang akan tercipta di tangan ajaibnya.  Menulis itu bagian akhir dari proses belajar dengan urutan belajar yang dimulai dari mendengar, melihat, berbicara  dan terakhir dengan menulis.  Yap, menulis bagian akhir proses  belajar dari tinta tinta pemikiran yang tercetak berbentuk huruf-huruf yang berakhir berbentuk buah pemikiran (buku).  Tak banyak bicara, buktikan saja. Menulis.....momok menakutkan bagi teman seperjuangan saya dan sebagian lagi akan berputar untuk melangkah dalam menulis bila terpancing. Semoga saja tidak jadi sorotan dengan modal iseng.

“Tidak boleh” menjadi  guru, begitulah jawaban dari prof EKOJI bila dirimu tak mau jadi penulis, kejam sekali,  terasa  sakit tapi perihnya menyesakkan dada. Guru harus memiliki literasi itu hukumnya wajib. Menulis jelah........