Kamis, 20 Agustus 2020

Beruntungmu, Tekad Bersayap

 

Judul Materi    : Belajar dan Berbagi Cara Menerbitkan Buku Keren

Pukul               : 19.00-21.00

Hari, tanggal   : Senin, 17 Agustus 2020

Pertemuan       : 7

Moderatoer      : Dra. Sri Sugiastuty, M.Pd.

Pemateri          : Noralia Purwa Yunita, M.Pd

Email               : noraliapurwa@gmail.com

Seseorang yang dipanggil Nita sejak kecil bermetamorfosis menjadi Nora ketika duduk di bangku SMA, merupakan gabungan sempurna dari putri pertama dari dua bersaudara dengan ayah bernama Ali Achmadi, S.Pd dan ibu Noor Fatkhiyah, S.Pd.SD. memulai mengenal  dunia literasi semenjak kuliah S1 dengan bermodalkan ikut-ikutan yang diajak senior. Dengan modal nekat dan otodidak itulah memenangkan juara 3 lomba karya tulis ilmiah tingkat provinsi sehingga jadi candu/ketagihan menulis dan ikut lomba lainnya sehingga menyelesaikan kuliah S1 dan S2 secara gratis, alias tanpa biaya karena biaya sudah tercover dengan uang hadiah juara. Untuk lebih jelasnya buka

Ø  https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/04/biskuit-pena-petai-cina-untuk.html juara 3 provinsi

Ø  https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/04/mendulang-berkah-dari-sampah.html

Ø  https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/04/bisnis-brownies-binang-sebagai-upaya.html

Ø  https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/05/jurus-4r-mencatatkan-sejarah-lewat.html

Ringkasan menghasilkan karya versi Noralia dari  belajar menulis kulwap gelombang 8. https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/06/tips-membukukan-hasil-resume-pelatihan.html

1.      Ambil kesempatan yang ada

Ketika  melihat ada kesempatan dan mempunyai tulisan dengan tema yang dimaksud, langsung saja kirimkan tulisan tersebut sehingga berhasil terbit di media cetak dan daring. Buku pertama berjudul digital mindset juga sama, ketika itu prof Eko (Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA) menjadi narasumber di grup 8, beliau memberikan tantangan berkolaborasi menulis buku dalam seminggu. Tema sudah ditentukan yaitu mengambil sebuah judul dari kanal YouTube beliau https://www.youtube.com/channel/UCa3LCo2Zjy_h_NaWz1V2jOw dengan modal nekat dan penasaran, setelah kulwap selesai,  menjapri beliau dengan menyatakan bersedia untuk dapat menulis buku dalam seminggu. Waktu itu memilih judul Digital Mindset karena sesuai dengan kondisi kita sekarang yang harus mengurangi bersentuhan dan kerumunan. Keberuntungan penulis pemula Noralia yang langsung diterbitkan oleh penerbit mayor Andi;  berkolaborasi dengan prof Eko yang notabene penulis terkenal, banyak karya, dan yang kedua tema yang diambil sesuai trend sekarang.

 Untuk mendapatkan bukunya hubungi 087786578494 (WA Nora)

2.      Beri target

Untuk target ini sesuaikan dengan outline yang telah dibuat. Tentunya outline harus selaras dengan tema yang diambil, misal di outline kita ada 5 bab, buat target kapan 5 bab itu harus selesai. Misalkan 5 bulan selesai 5 bab, berarti wajib 1 bulan selesai 1 bab

3.      Catat referensi

Setelah  memiliki outline dan target, selanjutnya mencari referensi sesuai dengan outline yang ada, referensi yang digunakan untuk buku digital mindset adalah jurnal ilmiah baik itu nasional dan internasional, buku, dan beberapa modul dari Kemdikbud, Jadi referensi boleh secara online maupun offline serta usahakan referensi terkini dan teraktual. Untuk tema buku yang dapat menarik minat baca, dapat mencari di google trend. Silahkan mengetik salah satu keyword / tema yang menjadi fokus untuk menulis. Nanti akan terlihat trend dari tema yang akan diambil. Apakah bertahan lama ataukah semakin menurun seiring berjalannya waktu.

4.      Disiplin waktu

Nah ini yang biasanya sangat susah dilakukan. Terkadang outline sudah bagus, target sudah ada, referensi sudah lengkap, tapi dalam perjalanan, kadang rasa jenuh dan malas itu datang. Akhirnya berhenti menulis. Untuk mengatasi kejenuhan, tiap orang mungkin berbeda, solusinya dapat menentukan waktu tersendiri untuk menulis. Waktu tersebut bebas, yang penting waktu ternyaman untuk berkarya, keluargapun senang, serta meliburkan diri menulis 2 hari, yaitu Minggu malam dan Rabu malam. Kenapa? Karena dikedua waktu itu memfokuskan untuk membuat konten channel YouTube, Jadikan menulis itu hobi. Hobi harus dilakukan dengan senang, sambil melihat-lihat tayangan YouTube lainnya sehingga mendapat inspirasi menulis dari hasil tontonan, karena sebenarnya ide bisa saja datang darimana pun termasuk film,biasanya drama Korea kesukaan 🤭. Karena itu rasa jenuh itu hilang 😊. Kenapa meliburkan diri? Karena tipikal orang yang tidak suka melakukan hal yang sama berulang-ulang, jika terus menjadwalkan untuk menulis, khawatirnya bosan, Jadi selingi dengan membuat media pembelajaran untuk channel YouTube 😊

5.       Tulis

Setelah semuanya, proses terakhir yaitu menuliskan isi buku sesuai outline yang ada, pada saat menulis buku, jangan terlalu terpaku buku kita harus terbit di penerbit mayor, Jika seperti itu, takutnya nanti kecewa jika hasil tidak sesuai harapan. Nikmati saja alurnya, masalah penerbitan akan mengikuti. Karena menulis dan membaca adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Dengan banyak membaca, semakin banyak diksi kita. Akhirnya tulisan kita juga semakin renyah ketika dibaca

Untaian kata penutup acara oleh pemateri “Menulislah, karena dengan menulis dan berkarya adalah caramu untuk hidup 1000 tahun bahkan beribu-ribu tahun lagi 😊.”

Kesimpulan dari penulis resume: Mulailah mengembangkan sayap literasimu sedari kamu tahu seberapa lebar bentangannya sehingga kamu bisa melihat banyak hal dari ketinggian fatamorgana mahakaryamu. Apabila belum mampu cobalah merasakan membuka kepakan demi kepakan rasa rindu untuk terbang bersama yang lainnya. Terbangkan karyamu sampai ketempat takdirnya.

 

 

 

 

 


Minggu, 16 Agustus 2020

Keluar Dari Zona Aman, Hasilkan Karya

Hari                 :  Jum'at, 14 Agustus 2020

Jam                  :  19.00-22.00 WIB

Judul Materi    :  Pengalaman Menulis dan Menerbitkan Buku di Penerbit Mayor 

Narasumber     :  Dra. Musiin, M.Pd.

Moderator       :  Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd

Pemateri pada pertemuan 6 dipanggil Bu Iin, yang merupakan salah satu anggota ‘geng’ menulis buku dalam waktu singkat selama semingu yang merupakan jebolan Menulis Gelombang 8 yang di tantang Prof Eko yang menjadi  narsum pada waktu itu. Sumber bahan menulisnya berasal dari https://www.youtube.com/watch?v=8oMCQspJOII . Penulis yang bernama lengkap Dra.Musiin, M.Pd. dengan judul bukunya LITERASI DIGITAL NUSANTARA bisa dipesan melalui https://bit.ly/PESANBUKU-EKOJI  dengan CP.081226917765. Untuk mengetahui isi bukunya lebih baik hubungi alamat link yang telah dibagikan.

'Literasi Digital Nusantara'  merupakan buku pertamanya yang diterbitkan di Penerbit Mayor yang mana  Ibu Iin sebelumnya menulis PTK, jurnal, proposal, laporan  untuk kepentingan pekerjaannya. Semuanya berawal dari niatnya dalam fikirannya untuk membuat buku untuk tambahan angka kredit di SKP (Sasaran Kinerja Pegawai), ketika ada niat disitu ada jalan, gayung tersambut sampailah di Kelas Menulis Om Jay yang menjadi awal mula jatuh cinta  menulis buku langsung diterbitkan oleh penerbit mayor (Andi Publisher) dari narsum waktu itu. Mungkin pepatahnya ‘jalanmu ada di depanmu maka laluilah’. Karena menulis di luar bidang menjadi tantangan sekaligus kesenangan tersendiri, maka harus belajar dari nol dan bekerja keras. Susah juga ya Bu....? kenapa bisa begitu? Karena ibu Iin seorang guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Tarokan Kediri sejak tahun 1998 selain itu beliau juga aktif menjadi tim pengembang mata pelajaran Bahasa Inggris dan tim penilai angka kredit guru di tingkat Kabupaten Kediri dan founder organisasi swadaya masyarakat YAPSI yang berdiri sejak tahun 1991 serta founder PT In Jaya.

Untuk menulis bukunya beliau membutuhkan banyak membaca berbagai sumber referensi baik itu surat kabar, buku dan informasi yang ada di internet, validasi data dengan sumber yang lain,  jadi tidak percaya hanya dari 1 sumber. Tapi dari semua itu kendala terbesar adalah ketika berada di titik jenuh.  Proses penulisan bukunya membutuhkan waktu yang singkat,  namun beliau bisa mengambil kesimpulan cara Prof Eko memberi waktu yang singkat adalah sangat tepat, supaya bisa kejar target (berlari) memenuhi deadline. Untuk meminimalisir titik jenuhnya beliau melakukann hobinya yaitu memasak.

Motivasi dari pemateri “TIDAK ADA KATA TERLAMBAT untuk memulai sesuatu yang baik. Bapak Ibu semua pasti bisa menghasilkan karya yang yang akan dikenang anak cucu dan generasi mendatang.  Ide menulis bisa dari mana saja, dari lingkungan keluarga, tempat kerja dan masyarakat. Selalu semangat dan yakin bahwa ada karya dari tangan Bapak Ibu. 🙏 ”

Diakhir acara terselip kata dari pemateri “Tatkala waktuku habis tanpa karya dan pengetahuan, lantas apa makna umurku ini?”-Syaikh Hasyim Asy’ari

Menulislah, karena tanpa menulis engkau akan hilang dari pusaran sejarah”-Pramoedya Ananta Toer.