Pertemuan kali ini mengangkat tema diksi sebagai jiwa bahasa. Diksi dipahami bukan sekadar pilihan kata, melainkan ruh yang mampu menghadirkan warna, rasa, dan makna dalam setiap tulisan. Dengan diksi yang tepat, kata-kata bisa mengungkapkan perasaan paling halus, menyampaikan pesan kuat, hingga meninggalkan kesan abadi.
Kelas dibuka dengan nuansa hangat: ajakan untuk bersandar sejenak dari penat, menenun ilmu, menyulam silaturahmi, sambil menikmati manis-pahit kehidupan layaknya secangkir kopi. Menulis dipandang sebagai cara mencatat sejarah, sebuah jejak bahwa kita pernah hadir di dunia ini.
Diksi dianalogikan seperti jatuh cinta: mampu membuat hidup lebih berwarna. Narasumber malam ini, Maydearly, yang dijuluki Ratu Diksi dari Lebak, Sunda, menunjukkan bagaimana kata bisa menari-nari di benak pembaca. Beliau mengingatkan bahwa menulis dengan hati akan melahirkan karya yang hidup dan penuh jiwa.
Materi utama menekankan pentingnya pancaindra dalam memperkaya diksi:
-
Sentuhan menghadirkan deskripsi fisik dan emosi.
-
Penciuman memberi nuansa memori dan atmosfer.
-
Perasa (taste) memperkuat imaji rasa dan perasaan.
-
Pendengaran menghadirkan suasana dan simbolisme suara.
Selain itu, dibahas pula perbedaan diksi dan majas. Diksi adalah pilihan kata, sementara majas adalah gaya bahasa. Keduanya saling melengkapi dalam puisi maupun tulisan lain.
Diskusi interaktif berlangsung dengan berbagai pertanyaan dari peserta. Di antaranya tentang kebebasan dalam bentuk puisi, penggunaan rima, struktur puisi (fisik dan batin), hingga tips bagi pemula agar lebih piawai memilih kata. Jawaban menegaskan bahwa puisi bersifat bebas, rima tidak wajib, dan kekuatan puisi terletak pada diksi serta ekspresi.
Menjelang akhir sesi, Maydearly menekankan: “Diksi bukan sekadar kata, melainkan jendela rasa yang membuka jalan menuju keindahan makna.”
Kelas ditutup dengan ucapan syukur, doa, dan pesan bahwa diksi adalah nada dalam musik jiwa. Pertemuan malam ini bukan hanya belajar teori, melainkan juga merasakan bagaimana kata bisa hidup, memberi kesan, dan mengikat hati.




