Jumat, 05 Juli 2024

Irimu Deritamu

 بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

الـــسَّـــلَامُ عَـــلَـــيْـــكُـــم وَرَحْـــمَـــةُ الـــلّٰـــهِ وَبَـــرَكَـــاتُـــهُ

Untuk menjadi yang terbaik kita tidak perlu menjatuhkan, menyingkirkan atau menjelekkan pihak lain. Mari terus tingkatkan melakukan kebaikan yang lebih baik secara konsisten.

Dengan begitu, kamu akan tahu rasanya pengorbanan tanpa harus menciderai ikhtiarmu dengan sesuatu yang  dibenci Allah SWT. Karena di dunia ini, menggunakan cara-cara yang buruk untuk mencapai hasil yang baik bukanlah sebuah berkah. Biarkan waktu yang akan membuktikan kualitas kita.

Permata akan tetap bersinar meski terkubur dalam lumpur gelap yang pekat. Meski mereka hasad kepadamu, tidak usah kamu pikirin.Sebab, itu hanya membuang-buang waktumu. Fokus saja pada masa depan dan raih kesuksesan dengan hanya mengharap ridho Allah SWT.

Maju tanpa menyingkirkan, bangkit lebih tinggi tanpa terjatuh, menjadi baik tanpa menjadi jahat, menjadi benar tanpa  menyalahkan orang lain. Semuanya sudah ada jalannya sendiri. Tidak usah ragu. Tidak usah khawatir. Tidak perlu iri dengan kesuksesan orang lain..

Bukankah Nabi katakan jika hanya soal dunia sebaiknya mata kita diarahkan ke bawah? Bukankah itu tanda, bahwa iri kepada orang lain hanya karena urusan dunia itu hanyalah buang-buang waktu?. Kita hanya perlu percaya dengan takdir yang Allah sediakan kepada kita.

Kita hanya perlu berikhtiar tanpa harus melakukan cara-cara keji untuk mendapatkan yang kita inginkan.

Ketahuilah kawan, bahwa nafsu itu tak ada puasnya. Betapapun kerasnya kita berusaha memuaskan dahaga dunia, kita tidak akan pernah mencapainya. Cukuplah qana'ah menjadi alasan kita dalam menapaki kehidupan ini..

“Perhatikanlah orang-orang yang berada di bawahmu dan jangan memandang orang-orang yang berada di atasmu; itu lebih baik bagimu. Janganlah kamu meremehkan nikmat Allah yang dianugerahkan kepadamu…” (Muttafaqun Alaih)

Allahumma Shalli 'Alaa Sayyidina Muhammad Wa 'Alaa Aali Sayyidina Muhammad..

Selamat beraktivitas di hari Jumat👍

Awali dengan Bismillah,

Jalani dengan Lillah,

Akhiri dengan Alhamdulillah,

In Sya Allah Barokah

Senin, 24 Juni 2024

Harga Ikan dengan Harga Manusia


 Ketika salah seorang santri sedang membersihkan aquarium Kyainya, ia memandang ikan arwana merah dengan takjub. Tanpa dia sadari, Kyainya sudah berada di belakangnya..

" Tahukah kamu berapa harganya ikan yang kamu lihat itu?". Tanya sang Kyai.. "Saya tidak tahu". Jawab si Santri..

"Cobalah kamu tawarkan kepada tetangga-tetanggamu!!". Perintah sang Kyai. Ia memotret ikan itu, dan menawarkan kepada tetangga-tetangganya.

Kemudian ia kembali menghadap kembali menemui Kyainya. "Ditawar berapa rata-rata ikannya nak?" tanya Kyai.  "80.000 Rupiah Kyai". Jawaban dari Santri dengan sangat jelas.

 "Coba kamu tawarkan lagi ke salah satu toko ikan hias!!". Kyai memerintahkan lagi.. "Baiklah Kyai", Jawab si santri. Kemudian ia beranjak menuju ke salah satu toko ikan hias..

"Berapa harga ikan yang dia tawarkan itu?". Tanya kyainya lagi.. "900.000 Rupiah Kyai". Jawab santri dengan perasaan gembira, dia menerka Kyai akan melepaskan ikannya dengan harga itu..

"Sekarang coba tawarkan lagi kepada Si Fulan, katakan padanya bahwa ikannya sudah pernah ikut lomba". Kyai memerintahkan lagi. 

"Ya Kyai". Santri itu menjawab, setelahnya ia pergi menemui si Fulan yang dikatakan gurunya. Setelah selesai, ia kembali menghadap Kyainya. "Berapa yang dia tawarkan untuk ikannya?". Tanya Kyainya.

"90 juta Rupiah Kyai". Jawab santrinya lagi. Da sangat terkejut setelah menyaksikan sendiri dimana harga satu ikan yang bisa tidak sama dengan yang lainnya.

Lalu kyainya berkata "Nak, setelah kamu melihat harga ikan itu, aku sedang mengajarkan kepadamu bahwa kamu hanya akan mendapatkan harga yang tepat jika kamu berada di lingkungan yang tepat.".

Kita semua adalah orang yang biasa, dalam pandangan orang-orang yang tidak mengenal kita sama sekali.

وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ رَائِعُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَفْهَمُنَا

 

Kita adalah orang yang sangat menarik di mata orang yang memahami akan diri kita.

وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ مُمَيِّزُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يُحِبُّنَا

 

Kita istimewa di mata orang yang sangat menyayangi diri kita

وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ مَغْرُوْرُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَحْسُدُنَا

 

Dan kita semua adalah orang-orang yang menjengkelkan di mata orang-orang yang dengki pada kita.

وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ سَيِّئُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَحْقِدُ عَلَيْنَا

 

Dan kita semua adalah orang jahat di mata orang-orang yang menyimpan dendam terhadap kita.

لِكُلِّ شَخْصٍ نَظْرَتُهُ، فَلاَ تَتْعَبْ نَفْسَكَ لِتُحْسِنَ عِنْدَ الآخَرِيْنَ

 

Pada akhirnya, setiap orang memiliki cara pandangannya masing masing melihat sesuatu, maka tidak perlu berusaha agar terlihat baik agar diterima orang lain. Tapi berusahalah terus dalam melakukan kebaikan dan menjalankan kegiatan dengan keikhlasan.