Senin, 18 Agustus 2025

TEKNIK PENULISAN RESUME



Moderator     : Mutmainah, M.Pd.

Setelah melahirkan buku pertamanya, penulis diajak bergabung bersama tim solid Omjay dengan peran awal sebagai "kang flyer". Dari sana, peran berkembang menjadi moderator, narasumber, layouter, desainer cover buku, hingga editor.

Membuat resume pelatihan adalah proses merangkum informasi utama yang telah disampaikan dalam pelatihan. Secara umum, resume adalah ringkasan dari sebuah tulisan, buku, artikel, atau materi pelatihan. Tujuannya untuk menyederhanakan isi agar mudah dipahami dan diingat. Resume berbeda dengan ringkasan biasa karena tetap menampilkan pokok-pokok penting tanpa menghilangkan inti informasi. Dalam bahasa Indonesia, resume identik dengan ringkasan, sementara dalam bahasa Inggris resume lebih dikenal sebagai daftar riwayat hidup (CV).

Dalam praktiknya, resume bisa ditulis dengan cepat menggunakan beberapa trik sederhana: menyisihkan waktu sebentar sebelum kegiatan dimulai, menulis pembuka yang relevan dengan materi, menutup dengan kesimpulan, serta menyajikannya dalam paragraf singkat agar tidak membosankan. Resume yang informatif ditandai dengan struktur rapi, bahasa padat, jelas, dan menunjukkan pemahaman isi, sedangkan resume yang membosankan cenderung bertele-tele, terlalu panjang, atau sebaliknya terlalu singkat tanpa makna.

Bahasa dalam resume dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk akademik, sebaiknya formal, sementara untuk blog atau media sosial boleh lebih santai asalkan tetap jelas. Bahkan, resume bisa dikembangkan menjadi sebuah buku dengan langkah sederhana: menyusun daftar isi, memilih kumpulan resume terbaik, merapikannya di MS Word, lalu mencari penerbit.

Dalam diskusi, juga muncul perbandingan resume dengan resensi dan sinopsis. Resume hanya merangkum isi, sementara resensi menambahkan ulasan dan opini penulis, dan sinopsis lebih ditujukan untuk memperkenalkan cerita. Agar terhindar dari plagiasi, penulis resume disarankan memahami isi materi terlebih dahulu, menuliskannya dengan gaya bahasa sendiri, serta mencantumkan sumber bila mengutip langsung.

Selain itu, membangun visibilitas resume di blog dapat dilakukan dengan mengoptimalkan SEO, menggunakan kata kunci yang relevan, menulis konten bermanfaat, menambahkan gambar, serta aktif berbagi di media sosial.

Sebagai penutup, ada pesan penting yang dapat dijadikan pegangan: “Menulis adalah terapi. Kita tidak perlu melakukannya agar terlihat keren di hadapan orang lain, melainkan sebagai cara untuk memberi makna dan perubahan.”








 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar