Rabu, 02 September 2020

Mimpi yang Berwujud

 

 Hari, tanggal    : Rabu, 02 September 2020

Waktu               : 19.00-21.00 WIB

Pertemuan        :14

Moderator        Dra. Sri Sugiastuty, M.Pd

Pemateri           Ditta Widya Utami, S.Pd.

Materi              :  Pengalaman Menulis 

Sebelum acara dimulai Om Jay memberikan tuturan suara khasnya kepada Bu Kanjeng untuk membuka pelatihan, setelah menerima mandat, Bu Kanjeng memandu acara dengan alunan suara lembut nan jelas untuk mengikuti pelatihan menulis.

Diawali dengan sapaan senang sekali rasanya bisa bertemu Bapak dan Ibu di grup menulis binaan Omjay dkk (PGRI). Tentu, di antara Bapak/Ibu sekalian banyak yang jauh lebih hebat dan berpengalaman dari pemateri malam ini. Bahkan ada yang sudah menang lomba blog nasional 🤩 beliau memberikan  ucapkan selamat kepada Bapak/Ibu yang menang tersebut ... Namun demikian, mohon izinkan sebutir pasir yang banyak dijumpa ini berbagi secuil pengalaman dalam menulis dan menerbitkan buku hingga tembus di penerbit mayor ️🙏🏻 dengan biodata https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html, inilah materi yang diberikan oleh bu guru Ditta

 SEMUA BERAWAL DARI MIMPI 🎯💯

Beliau masih ingat ketika kuliah pernah menuliskan 100 target mimpi yang ditulis pada sebuah karton besar dan ditempel di dinding kamar kos. Salah satunya adalah mimpi menulis buku. Hari demi hari, satu per satu impian beliau terwujud. Setiap ada satu mimpi yang terwujud, langsung beliau coret dari daftar (agar punya ruang untuk mimpi-mimpi baru). Semakin lama, semakin banyak mimpi yang dicoret (di atas karton) karena Allah berkenan mewujudkannya. Saat itu, mimpi untuk menulis buku sebenarnya sudah terwujud ketika beliau dan teman-temannya  mengikuti lomba kreativitas mahasiswa tingkat jurusan dan meraih juara dua dengan skor yang berbeda tipis dari peringkat pertama. Timnya membuat buku "Seri Petualangan Kimia". Karena hanya dibuat satu sebagai prototipe, mimpi menulis buku belum beliau coret di atas karton. Saat itu beliau masih berharap, bisa menghasilkan karya berupa buku.

KARENA AKTIF DI MGMP DAN KOMUNITAS LITERASI 📚📖

Selang 10 tahun kemudian, beliau ikut dalam kepanitiaan Workshop Best Practice yang diselenggarakan MGMP IPA Kab. Subang. Hasil workshop tersebut kemudian diabadikan dalam bentuk buku. Bu Hj. Rita Rosidah, M.MPd. selaku ketua MGMP IPA Kab. Subang memberi kepercayaan kepada beliau dan Ibu Suprapti, S.Pd. (baik Bu Hj. Rita dan Bu Prapti, keduanya pun ikut grup menulis bersama Omjay) untuk menjadi penyunting bukunya. Tentu kebahagiaan tersendiri bagi beliau dan tim. Setelah buku Jejak Langkah Guru Subang, beliau pun ikut menulis dalam buku antologi bersama di komunitas-komunitas literasi yang beliau ikuti.

BUKU SOLO PERTAMA 📙

Maret-April 2020 adalah bulan penuh kebahagiaan bagi beliau. Karena dalam satu bulan itulah buku solo pertama beliau yang berjudul Lelaki di Ladang Tebu lahir. Buku ini merupakan kumpulan cerpen pendidikan yang konfliknya diambil dari kisah nyata. Hanya saja dinarasikan ulang menjadi sebuah cerpen. Beliau tulis buku ini untuk mengabadikan kisah-kisah para murid yang telah menjadi guru kehidupan bagi beliau. Betapa mereka (baik dengan sifat baik atau sebaliknya) mampu memberi pelajaran yang berarti dalam hidup ini. Silakan jika berkenan, Bapak/Ibu pun bisa membaca testimoni buku ini di instagram beliau : https://www.instagram.com/dittawidyautami/

IKUT KELAS MENULIS OMJAY

26 Maret 2020 beliau bergabung dalam grup menulis via WA Grup bersama Omjay dkk. Awalnya beliau masuk gelombang 8 kemudian pindah ke gelombang 7 karena masih ada kuota untuk 2 orang. Banyak sekali manfaat dan kebahagiaan yang beliau rasakan dengan mengikuti grup ini. Misalnya ketika mendapat hadiah kejutan dari Omjay dkk. Di angkatan beliau, Omjay selalu menginisiasi peserta untuk terus menulis setiap hari. Sesekali di hari antara jeda materi, beliau mengirim foto (ketoprak, kucing, kue kacang, apa pun) untuk kemudian dijadikan ide menulis.

https://dittawidyautami.blogspot.com/2020/04/hadiah-kejutan-dari-pgri.html?m=1 Tulisan ini mengabadikan ingatan beliau ketika mendapat hadiah kejutan berupa buku dari PGRI karena salah satu resume yang telah beliau buat.

https://dittawidyautami.blogspot.com/2020/04/kisahku-dan-kurma-muda.html?m=1 Sedangkan tulisan ini adalah tulisan yang mengantarkan beliau mendapat sepaket kurma ruthob dari KSGN dan PGRI. Tak berhenti sampai di situ. Melalui grup menulis bersama Omjay ini, beliau kembali ikut menulis 2 buku karya bersama. Pertama bersama Prof. Eko Indrajit, sedangkan yang kedua bersama Ibu Kanjeng, Pak Brian dan teman-teman guru blogger lainnya.

Pena Digital Guru Milenial adalah buku karya bersama keenam yang beliau ikuti. Terdiri dari 43 penulis yang merupakan guru blogger yang mengurai kisahnya masing-masing sebagai guru sekaligus blogger. Dibimbing langsung oleh Ibu Kanjeng yang luar biasa

BUKU MAYOR PERTAMA

Senin, 13 April 2020 Peserta grup menulis bersama Omjay mendapat materi tentang menulis buku dalam seminggu yang disampaikan oleh Prof. Eko Indrajit. Penyampaian yang luwes, sikap yang bersahaja, membuat beliau menikmati pemaparan beliau. Hingga akhirnya beliau menyampaikan tantangan menulis buku dalam seminggu. Beliau meminta kami untuk memilih tema yang ada di channel youtube beliau (Ekoji Channel) : https://www.youtube.com/channel/UCa3LCo2Zjy_h_NaWz1V2jOw Bagi yang siap ikut tantangan, bisa langsung mengirimkan judul beserta outline buku kepada beliau.

Proses Menulis Buku dengan Prof. Eko

15 April 2020 Beliau mengirimkan judul beserta outline buku kepada Prof. Eko. Alhamdulillah di acc. Setelah itu, setiap hari beliau menulis satu BAB hingga 21 April 2020. Selesai. Ya, selesai seluruh draft! Alhamdulillah. Selanjutnya tinggal bimbingan untuk proses editing.

Ini adalah salah satu rahasia dalam menulis buku. Selesaikan seluruh draft dari daftar isi hingga daftar pustaka, baru kemudian edit. Jika selesai satu bagian kita langsung mengedit, yakin tidak akan selesai-selesai bukunya. Atau bisa selesai, tapi dalam waktu yang relatif lama. Karena apa?  Proses editing-lah yang sebenarnya memakan porsi waktu paling banyak dalam proses pembuatan buku. Para penulis yang mulanya berjumlah 20 orang dipertemukan dalam satu grup yang dibuat oleh Prof. Eko. Dari jumlah tersebut, ada 9 orang yang akhirnya misi menulis buku bisa sampai diterbitkan. Proses menulis buku bersama Prof. Eko tuh berasa seperti menulis skripsi. Hanya saja, kali ini terasa lebih menyenangkan. Bagaimana tidak? Prof. Eko begitu ramah dan sabar dalam membimbing grup.

MASA BIMBINGAN

Grup bimbingan Prof. Eko bersyukur di tengah kesibukannya mengadakan perkuliahan online, mengisi webinar PGRI, dsb, beliau masih menyempatkan diri untuk membimbing para penulis pemula. Selain melalui WA grup, beliau juga melakukan bimbingan melalui google meet dan zoom.

Pada bimbingan klasikal pertama, setiap peserta mempresentasikan naskahnya masing-masing. Lalu, Prof. Eko memberi masukan atas masing-masing karya untuk kemudian direvisi. Pada bimbingan klasikal kedua, dibahas teknis jadwal pengiriman naskah ke penerbit, jadwal meeting dengan penerbit, dsb.

🥁 SAATNYA PENGUMUMAN 🎉

4 Juni 2020 adalah hari yang mendebarkan. Inilah hari pengumuman apakah naskah grup lolos atau tidak. Pengumuman dilakukan via zoom meeting yang dihadiri oleh Pak Joko sebagai perwakilan dari Penerbit Andi, Omjay dan tentu saja Prof. Eko beserta anak didiknya 😊 Saat itu, Prof. Eko berulang kali membesarkan hati group agar memantapkan hati menerima apa pun hasilnya. Karena dari semua naskah yang masuk, masih ada yang harus revisi minor, revisi mayor dan ada yang langsung diterima. Alhamdulillah, beliau bersyukur karena naskah Menyongsong Era Baru Pendidikan termasuk yang langsung diterima.

PROSES DI PENERBIT

Sejak pengumuman lulus/tidaknya naskah, selebihnya proses di penerbit mayor. Editing, layout, dsb.

12 Juli 2020 beliau menerima naskah proof. Naskah yang siap naik cetak tapi butuh dicek untuk terakhir kalinya oleh penulis. Naskah ini dikirim langsung ke penulis beserta surat perjanjian (kontrak). Setelah selesai dicek, dikirim kembali ke penerbit. Hingga akhirnya ...

7 Agustus 2020 beliau menerima foto bukunya. Beliau memilih tema tersebut setelah melihat tayangan berjudul UNESCO Competency Framework for Teachers di Ekoji Channel (channel YouTube Prof. Eko) Dalam video ini dibahas tentang kompetensi teknologi informasi apa saja yang harus dimiliki guru berdasarkan standar UNESCO.

MENGAPA HARUS "MENYONGSONG ERA BARU PENDIDIKAN"?

Bapak dan Ibu yang berbahagia, setiap orang tentu memiliki tujuan masing-masing dalam menulis.

Bagi beliau, menulis itu ada 3 jenisnya :

1. Menulis untuk mengabadikan momen

Contoh tulisan ini adalah ketika kita menuliskan kisah saat mendapat hadiah kejutan dari Omjay, saat Bapak/Ibu menjadi pemenang lomba blog, dsb.

2. Menulis untuk mengabadikan buah pikiran

Nah kalau ini lebih serius tulisannya. Best Practice, PTK, artikel ilmiah, atau apa pun yang nulisnya terkadang membutuhkan referensi lain.

3. Menulis untuk kebutuhan

Tujuan menulisnya karena ada kebutuhan yang harus dipenuhi. Kebutuhannya bisa macam-macam. Misalnya untuk mendapat kesenangan, untuk menyalurkan hobi, dll.

Nah, buku Menyongsong Era Baru Pendidikan ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan guru/pendidik saat ini. Mengapa beliau katakan demikian? Bapak dan Ibu mungkin pernah mendengar istilah generasi Z dan generasi Alpha (generasi A). Baik generasi z (lahir antara 1995-2010) maupun generasi A (lahir setelah 2010), keduanya merupakan generasi yang dekat dengan teknologi.

Peserta didik yang kita hadapi saat ini mungkin ada yang termasuk generasi z atau generasi A. Oleh karena itu, kita pun sudah barang tentu harus bisa menguasai atau minimal mnggunakan berbagai teknologi informasi dalam proses pembelajaran. Meski teknologi hanyalah alat, tapi memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran bahkan telah menjadi kriteria kompetensi pedagogi dan profesional bagi seorang guru. Selain itu, adanya pandemi corona mengharuskan kita sebagai pendidik untuk mulai menggeser proses pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran-pembelajaran inovatif yang salah satunya dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Oleh karena itu, kita harus siap Menyongsong Era Baru Pendidikan.

Buku Menyongsong Era Baru Pendidikan ibarat appetizer (hidangan pembuka) dalam suatu jamuan makan yang berfungsi merangsang nafsu makan sebelum hidangan utama (Main Course) dinikmati.

Suguhan yang terkandung dalam buku ini, diharapkan mampu meningkatkan semangat Bapak dan Ibu untuk mengembangkan kompetensinya di bidang teknologi informasi yang kemudian dapat diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran. Kita harus optimis dalam  menyongsong era baru pendidikan dimana semua akses informasi bisa didapat dengan mudah. Kapan saja, dimana saja, dan oleh/dengan siapa saja. Proyek Palapa Ring atau istilah lainnya "Tol Langit" yang dilaksanakan pemerintah  semoga menjadi salah satu jalan yang semakin memudahkan akses teknologi informasi di negara kita yang berbentuk kepulauan.

Silakan bagi yang berkenan memiliki buku Menyongsong Era Baru Pendidikan dan buku seri Ekoji lainnya, bisa memesan melalui link https://bit.ly/PESANBUKU-EKOJI atau bisa melalui CP Penerbit 081226917765 atau bisa melalui beliau (Ditta) di 085659083111

Diakhir materi ditutup dengan “Teruslah memberi arti pada setiap orang yang kau temui. Dalam setiap hal yang kau lalui, dan untuk setiap waktu yang kau miliki. Sebutir pasir yang banyak dijumpa, ~ Ditta Widya Utami ~”

 

 

6 komentar:

  1. ayo wujudkan mimpimu menerbitkan buku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menulis dulu kuncinya Om, tak ada yg ditulis apa yg mau di terbit kan?

      Hapus
  2. Selalu di depan. Sudah seperti iklan motor saja. Acung jempol pokoknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kadang kadang saja bu Endartiningtyas, biasanya kalau sinyal berulah, terakhir juga kirimnya. Kalau sudah seperti itu, alamat tulisan di tali gantungan tuh, sedikit, tak banyak kata, mencekik pula bacanya. Dah,paling paling alasan ngutang tulisan, nanti di perbaiki.

      Hapus
  3. Ayo semangat untuk proses membuat bukunya 👍🏻

    BalasHapus
  4. Terima kasih🤝 bu Ditta yang punya senyum maut.

    BalasHapus