Jumat, 02 Oktober 2020

Belejar dari Legend

 

Pertemuan : 15

Waktu                 : 19.00-21.00 WIB

Hari, tanggal      :  Senin , 07 September 2020

Moderator          : Sri Sugiastuti

Pemateri             : Agus Sampurno

Agus Sampurno, beliau pernah menjadi juara pertama guru era baru Acer Award dengan blog http://gurukreatif.wordpress.com dimana kita Menulis dimulai dengan niat, dilanjutkan dengan tata aturan, prosesnya dan mulai dengan penulisannya.

Seorang penulis itu mempunyai beragam tipe menurut pak Agus yaitu:

1.   Seseorang yang punya hobby yang unik. Internet menghargai orang-orang dengan minat yang tidak jelas dan unik. Menulis online di blog akan membantu Kita menemukan penghobi yang berpikiran sama yang tidak dapat Kita temukan di kehidupan nyata.

2. Think-for-Yourself Academic (seorang pintar berbakat dan terobsesi dengan pengetahuan tertentu). Seorang dengan minat jenis ini bisa bisa akan menantang para akademisi tulen di kampus. Mereka adalah orang yang sangat terspesialisasi dan seringkali menentang ide-ide baru. Di Internet, Kita tidak memerlukan izin dari peer reviewer (otoritas keilmuwan) sebelum Kita menerbitkan pekerjaan Kita.

3. Pengusaha Muda atau pebisnis baru. Kita sedang bergerak ke dunia Produk yang Memprioritaskan Pembeli atau audiens. Sebelum Internet, perusahaan membuat produk sebelum audiens. Sekarang, mereka membangun audiens sebelum produk. Lebih mudah memulai bisnis saat Kita memiliki audiens.

4. Karyawan yang Diremehkan (jika kita adalah orang yang merasa tempat kerja kita tidak bisa menerima ide segar dan baru). Jika pasar meremehkan keterampilan Kita, dan Kita tidak dapat menunjukkan kompetensi Kita di tempat kerja, Kita dapat membuktikan diri dengan menulis online.

5. The Deep Thinker (kaum pemikir). Menulis online akan mempertajam pemikiran Kita. Halaman putih kosong adalah cermin ke dalam pikiran Kita. Ketika ide-ide di benak Kita kabur, begitu pula kata-kata di halaman depan Kita. Menulis ulang adalah memikirkan ulang. Menulis adalah cara terbaik untuk meningkatkan ide Kita.

6. Orang dengan ide dengan pemikiran unik (hampir mirip dengan nomor 1). Kita secara intelektual ingin tahu, tetapi Kita terjebak di tempat di mana Kita tidak dapat bertemu orang yang berpikiran sama.Menulis online, sehingga orang-orang mendatangi Kita. Saat mereka melakukannya, Kita dapat melakukan obrolan video dengan mereka dan mencari cara untuk bertemu langsung dengan mereka. Tidak ada lagi kesepian intelektual.

7. The Job Hunter (si Pencari kerja atau order) . ebuah blog pribadi yang ditulis dengan baik mengatakan lebih banyak tentang Kita daripada CV  apa pun. Menulis menunjukkan keingintahuan, komitmen, dan ketekunan - yang menarik perhatian perusahaan terbaik. Alih-alih menghubungi perekrut, mereka akan menghubungi Kita. Dengan menulis online, Kita dapat mendemonstrasikan kompetensi Kita dan memberi tahu dunia tentang keahlian unik Kita.

 Untuk berlatih menulis bisa dimulai dengan berlatih menulis dari sepotong ide-google  jamroad https://jamboard.google.com/d/1AsgaSBnpe_gmiKUTp4WA15fBV1r_YWfL4wXGIHoJmdQ/edit?usp=sharing

 Kita akan melihat piramida di link yang telah dibagikan dimana tugas kita adalah

1.       menentukan satu ide pokok tulisan

2.       terus turun ke bawah tambahkan data atau informasi pendukung

3.       dengan demikian total ada 6 ide yang kita buat. Kita gunakan post it untuk menulis ide kita

 

Dimulai pada saat kita mengalami kebosanan dalam mengajar dan menjadi guru dimana  sangat terkendala dengan manajemen kelas saat sedang  mengajar. Lalu kita melakukan riset di internet mengenai masalah kita itu kemudian kita tuliskan dalam blog. Masalah yang kita alami ditambah hasil riset kita yang sudah dipraktekkan menjadi ide segar bagi yang membacanya. Hal ini yang kemudian  kita lakukan berkali kali di blog dengan judul yang berbeda beda

Memulai menulis buku itu berasal dari  ide ---> pokok pikiran ----> judul bab ---> judul tulisan -----> detail informasi pendukung judul  dimana akhinya menjadi buku.

 

Menulis blog yang terpenting adalah tulisan yang terus menerus dikembangkan dan berawal dari sebuah ide pokok yang sederhana. Misalnya ibu akan angkat mengenai 'pembelajaran jarak jauh' maka bisa saja semua tulisan ibu berkutat disana. Tulisan yang lama bisa saja dimasukkan di blog. Sejatinya blog milik kita sendiri dan bebas bagi kita mengisinya dengan tulisan bahkan dari edisi tulisan yang lama ide sebenarnya mudah dicari dan ditemukan, yang sulit adalah cara melakukan eksekusi hingga menjadi sebuah tulisan. Dalam menulis banyak hal yang menarik dan bisa dinikmati prosesnya. Dalam mencari ide menulis ada banyak pemicu yang bisa berujung pada terbitnya sebuah tulisan. Seperti yang kita lakukan di jamboard adalah satu hal yang menjadi trending topic sekarang ini adalah mengenai Pembelajaran Jarak Jauh. Menyikapi situasi ini ada beberapa hal yang bisa seorang bisa menulis dari beberapa perspektif, yakni:

 

1. Persepektif sebagai pendidik yang merasa dirinya sukses; ia akan menceritakan bagaimana dirinya sukses mengampu pembelajaran online, dengan menceritakan kesehariannya dalam mengajar secara online. Ia lupa banyak pendidik diluar sana yang masih berjuang mengatasi kendala.

 

2.  Perspektif sebagai pendidik yang menyalahkan orang tua siswa yang kurang sigap mendampingi anaknya dalam pembelajaran jarak jauh.

 

4.     Perspektif pendidik yang mencoba memberikan jalan keluar berdasarkan pengalamannya. Ia berperan memberikan pertimbangan, tips dan trik bagi kedua belah pihak, bagi orang tua siswa dan guru.

Orang lebih senang mencari sesuatu yang ada hubungannya dengan keuntungan atau kebutuhan dirinya. Hal ini sering dilakukan bagi penulis pemula karena belajar menulis ide berdasar diri sendiri. Dimulai dari yang mudah, yang bisa, yang dialami.

 

Ketika ingin menulis, namun judul yang ditemukan sudah tertuang oleh orang lainnya, maka cara menyikapi hal ini adalah mencermati tulisan orang lain lalu lakukan ATM (Amati Tiru dan Modifikasi).

 

Cara terbaik memberikan ‘roh’ pada tulisan adalah sebagai penulis, kita sudah tahu dalam satu kalimat, hal apa yang ingin kita sampaikan kepada pembaca. Sebuah buku yang tebalnya berlembar-lembar pun pada akhirya punya satu tema besar yang ingin disampaikan.

 

Jika ingin lebih semangat menulis karena mendapatkan tanggapan, tulislah dan berikan lah sumbang saran bagi sebuah hal yang sedang menjadi kegelisahan orang banyak.

Cara membangun konsistensi dalam menulis ide di blog adalah memilih topik yang dikuasai kemudian lakukan  riset kecil-kecilan di google, kemudian tampilkan tulisan kita yang sudah dengan solusi dari sebuah masalah, tuliskan di bagian apa kita merasa nyaman dan menguasai (tidak harus ahli atau menguasai sekali). Silakan menggunakan jamboard dalam pembelajaran jarak jauh yang mana bisa menjadi peta pikiran.

kesimpulan malam ini

1.   Berbagilah hal yang kita ingin orang lain ketahui, tidak perlu menunggu sampai ahli, bahkan kita bisa berbagi proses yang sedang kita jalankan;

2.    Jika terus menerus menekuni hal yang sama dan fokus maka itu akan menjadi brand atau reputasi kita

 

4 komentar:

  1. hebat detail resumenya 👍👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Pak Bahrudin, terlambat juga buat resumenya pak. Mungkin banyak teman lainnya yang lebih hebat menulisnya.

      Hapus
  2. Setuju dengan kalimat "jangan nunggu sampai ahli untuk berbagi".

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cuma dari pemateri itu pak Susanto. Kita meninggalkan jejak saja kok.

      Hapus