Minggu, 15 November 2020

Berkenalan dengan Group Menulis!

Menulis menyelesaikan janji yang terlepas dari busurnya kata--kata berangkai penuh makna, tapi belum lunas juga. Kepada siapa yang kena biarlah menyasar kemana saja yang terpenting tepat kesasarannya. Apanya yang kena? Hanya perasa yang tahu kalau tidak bisa  sentimental. Merangkai kata-kata butuh yang namanya kemampuan. Kemampuan yang mengalir seperti air yang menyalir dari mata air bukan dari air mata. Menulislah seperti air mengalir dari mana saja.

Awal mula mengenal group menulis karena iseng-iseng alias coba-coba, tak ada keinginan, tak ada hasrat. Setelah masuk salah satu group yang ada Om Jay dan Bu Kanjeng, mode on silent reader diaktifkan hanya menjadi pembaca info aktif, no action satu hurufpun. Itupun group pertama masuk tanpa titik koma sampai pada masa tertentu masih mode on nyimak. Setelah banyaknya info tentang group menulis dengan kesekian kalinya entah kenapa masuklah ke group menulis sekarang, group menulis gelombang 15. Ada apa dengan angka 15? Entahlah, dari sekian angka, di group 15 dimulai namanya kebangkitan baru sedikit keinginan menulis. Sedikit sudah mending daripada tidak ada sama sekali. Atau mungkin 15 adalah angka misterius di daerah rahasia di Amerika ya?

Setelah masuk group 15 perangai mode on silent reader masih aktif dipakai, sampai Om Jay sebagai admin menyuruh keluar dari group bila tidak mau menulis resume di blog pribadi. Ketawa sendiri ketika menulis tulisan berangkai huruf-huruf dibuatnya, mengenang diancam dulu baru bertindak. Menulis juga akhirnya dengan permateri pertama bu Kanjeng, menulis cuma tiga kalimat. Mendinganlah dari pada judulnya doang isinya layar putih segi empat.  Hari demi hari pun berlalu semenjak 03 Agustus 2020, begitupun dengan narasumber yang memberikan ilmunya silih berganti satu demi satu mengamalkan kemampuan menulisnya dari berbagai profesi. Berkenalan dilayar segi empat layar monitor dengan berbagai keahlian dengan bidangnya masing-masing, seru, bagaimana menerangkannya kalau cuma kita yang rasa?

Setelah dipikir pikir sampai sejauh ini buat apa menulis? untuk mendapatkan sertifikat ya? Buat buku untuk menambah angka kredit kah? Marah juga bacanya sudah sejauh ini menulis juga belum paham-paham. Menulislah tanpa alasan mungkin itu jawaban sederhana karena kalau sudah punya alasan ekornya panjang yang berakhir dengan tanda titik.

Dibalik group menulis ini sebenarnya tipe dasar T.A penelitian secara eksperiment S1 memang menulis, kesampaiannya ditahun 2020, lama juga ya sejak kelulusan tahun 2013. Buat apa juga mengenang masa lalu dengan deretan angka tahunannya. Sudahilah masa lampau dengan menghias masa depan dengan cerita semenarik pelangi. Buatlah kisah hidup masa depan dengan coretan huruf berangkai kata-kata yang menjadi jejak penanda pernah ada untuk menyemarakan hidup di layar monitor ini.

Menulispun seperti ayam gadis bertelor. Kadang ada kandang ngak. Ya maklum saja, sekarang posisi bukan di daerah kota dengan akses telekomunikasi yang stand by 24 jam nonstop. Apalagi listrik yang bisa dihitung jamnya kapan hidup dalam sehari. Punya medsospun mati suri, lah iya lah listrik sama sinyalnya tak ada ketika mau masuk, ada sih ada, sekedar kalau ada yang menanya 'apa punya medsos?' tapi contentnya sudah hari-hari berlalupun masih diwaktu masa lalu tidak ada yang up to date. Untung saja bernafasnya pakai oksigen bukan pakai tegangan listrik sama sinyal otomatis. Itulah kehidupan tulisan ini. Malangnya ketika diklat sama seminar melalui webinar alamat apa coba? Kalau Om Jay bilang ‘mati gaya’dan saya tambahkan ‘mati daya’, untung saja hidup bukan dikendalikan pakai remot kontrol.  

Beruntunglah orang yang berada di daerah yang listrik sama sinyal telekomunikasinya lancar, dan penggunaan kartu sim card bisa apa saja, manfaatkanlah dengan semaksimal mungkin. Ada dipelosok Indonesia yang jauh lebih parah kehidupannya. Yang penting dari semua itu adalah rasa syukur akan nikmat hidup sehinga dapat berkenalan di layar segi empat melalui rangkaian kata-kata. Syukur juga group menulisnya melalui asinkron WAG coba sinkron. Sudah terbayang kondisinya bila dimanjakan oleh telekomunikasi yang sudah seperti oksigen bagi yang hidup dengannya.


Jumat, 02 Oktober 2020

Brand dan Branding

Pertemuan  ke 17


Hari tanggal          : Jumat/11 september 2020
Moderator             : Sri Sugiastuti
Pemateri                : Namin AB Ibnu Solihin
Judul                     : Membangun Branding Melalui Blog dan Media Sosial

Pada malam ini kami diundangkan lagi dengan motivator dalam menulis sehingga memacu semangat agar tidak goyah dalam merangkai kata kata. Dia adalah salah seorang motivator pendidikan yang begitu terkenal di jalur tulis menulis di blog dia adalah Namin AB Ibnu Solihin. Inilah materi yang ia berikan pada malam ini.

Brand adalah merek yang dihasilkan melalui branding. Sedangkan branding adalah proses atau strategi yang dilakukan untuk membangun hubungan dengan para pembaca blog atau media sosial yang kita miliki.

Contoh membangun Brand dan Branding adalah sebagai berikut:

Contoh: Brand (merek) Blog dan istagram motivatorpendidikan.com

1. Nama aBlog dan istagram : motivatorpendidikan.com
2. Identitas (Logo dan tulisan dominan warna merah, yang mencerminkan nilai semat)
3. Fokus pada dunia pendidikan (training, seminar dan workhop)
4. Fokus materi (training guru kratif, seminar parenting, motivasi pelajar dan mahasiswa, branding sekolah)
5. Konten tulisan berisi artikel pendidikan dan foto-foto kegiatan training

Contoh: strategi yang dilakukan dalam membangun branding blog dan istagram motivator pendidikan.com dengan cara:

1. Membuat blog dan media sosial yang mudah dibaca dan didingat oleh orang yaitu motivatorpendidikan.com
2. Mengisi konten blog dan media sosial dengan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan dunia pendidikan, sehingga segmentasi jelas, bahwa pembaca yang akan berkunjung adalah mereka yang membutuhkan konten tersebut.
3. Membuat poster dan video yang berkaitan dengan motivasi pendidikan
4.  Membuat kaos yang bertuliskan motivatorpendidikan.com
5. Mengadakan pelatihan gratis dari motivatorpendidikan.com sebagai sarana memperkenalkan brand(merek)
6. Mengadakan perlombaan menulis buku yang diselenggarakan oleh motivatorpendidikan.com
7. Membagikan secara gratis ribuan video pendidikan kepada para follower atau peserta kegiatan seminar.

Unsur-unsurdalam branding diantaranya adalah:

1. Nama merek atau brand: motivatorpendidikan.com
2. Logo (tulisan dan logo)
3. Tampilan visual blog dan medsos (lihat website motivatorpendidikan.com, simple, informatif dan SEO friendly).
4. Juru bicara (namin AB I bnu solihin: Founder motivatorpendidikan.com
5. Suara (memiliki ciri khas ketika membuka sebuah traning)
6. Slogan/tagline/akronim: teacher learning partners.

Jika kita sudah berhasil membangun Branding, maka kita sebagai founder secara personal juga terbangun brandingnya, maka dikenal dengan istilah personal branding. Masyarakat akan mengenal dari merek kita, cara bicara kita, pembawaan kita saat menyampaikan seminar, dan cara berpakaian.

Setelah kita punya Personal branding dari merek yang kita miliki, maka orang akan mudah menemukan kita.

Selebihnya beliau mengadakan uji coba membuat brand dan branding bersama anggota group pelatihan sehingga menghabiskan waktu sampai berakhirnya pelatihan.

 

 

 

 

 


Negeri Paman Besut

 

Pertemuan : 16

 

Waktu                 : 19.00-21.00 WIB

Hari, Tanggal     :  Rabu , 09 September 2020


Biodata beliau bisa dilihat di http://dedidwitagama.wordpress.com

https://www.youtube.com/user/dwitagama

https://www.listennotes.com/podcasts/negeri-paman-besut-dedi-dwitagama-JVG4U38avHR/

http://trainerkita.wordpress.com/about

 Dedi Dwitagama, dimana dapat dilihat datanya di https://www.google.com/search?q=dedi+dwitagama&safe=strict&client=safari&rls=en&sxsrf=ALeKk02qBReXViRmWqBUT6QgOI3QCWGjdA:1599653415456&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=2ahUKEwjS4t2shdzrAhWTbX0KHcdjB1YQ_AUoAXoECAwQAw&biw=1280&bih=737

Beliau mengajar matematika di SMKN 50 Jakarta dan penggemar jalan-jalan keliling negeri dimana ia gemar berbagi tentang ssuatu yg bermanfaat buat sesama, dokumentasinya ada di http://trainerkita.wordpress.com beliau juja fotografer dan publish di http://fotodedi.wordpress.com tulisan lainnya beliau tayangkan di http://kompasiana.com/dwitagama yang gemar instagram, boleh nikmati feeds beliau di http://instagram.com/dwitagama , yang berniat perbanyak follower silahkan mengkutinya, selain itu ia suka menikmati podcast dan publish di https://www.listennotes.com/podcasts/negeri-paman-besut-dedi-dwitagama-JVG4U38avHR/ video beliau di http://youtube.com/dwitagama beliau mulai nulis di blog sejak 2005, akibat provokasi adik beliau Agus Sampurno, pemilik blog http://gurukreatif.wordpress.com

Blog pertama beliau http://dwitagama.blogspot.com 2007 ada wordpress, beliau membuat beberapa blog sekaligus yg isinya mendokumentasikan kegiatan beliau di sekolah, kegiatan jalan-jalan dan hobby fotografi beliau, masih ada 10 blog lain yg beliau kelola. Apa yg membuat beliau bertahan 15 tahun ngeblog? pertama; beliau merasa punya majalah sendiri yang isinya bisa beliau muat sesukanya. kedua; punya alat promosi gratis berdasarkan ide, kegiatan, skill, dan apa aja yang dapat di  upload di blog. Akibatnya beliau menerima banyak undangan untuk berbagi ke Aceh hingga Papua dan beberapa negara di dunia, terakhir 2012 beliau ke Seoul Korsel, 2019 ke Sumbawa “gretoooong” kata anak jaman now. Ketiga; saat kehabisan ide untuk menulis beliau suka  blogwalking, lihat–lihat  blog teman, membuat beliau jadi membaca info yang memunculkan ide menulis dan menambah asupan gizi literasinya. Keempat; beliau secara sadar menerapkan pribahasa gajah mati mninggalkan gading, beliau ingin pergi meninggalkan tulisan yang bisa dilacak di google. Kelima; beliau mengabarkan berbagai hal baik yang beliau lihat, kebahagiaan beliau rasakan agar tersebar ke dunia, kebaikan & kebahagian makin banyak bertebaran di dunia maya dan dunia nyata

Kapan beliau menulis? bisa kapan saja, saat istirahat usai upacara sebelum jam mengajar, saat istirahat antar jam mengajar, sebelum pulang sekolah, saat menunggu anak pulang sekolah, menunggu istri belanja, menunggu rapat di mulai, saat pembicara rapat sudah dimengerti intinya, agar tak ngantuk beliau menulis. Sekarang ada aplikasi android yg makin memudahkan beliau menulis. Tulisan TIPS MEMPROMOSIKAN SEKOLAH DI ERA DIGITAL beliau tulis di tahun 2017, dan ternyata jadi yg paling hits sejak 2018, saat buntu ide, beliau  menulis sebisanya, walau cuma satu alinea dilengkapi foto, lihat di https://dedidwitagama.wordpress.com, contoh artikel terakhir ketika beliau kering ide.

Saat banyak ide, beliau buat beberapa tulisan yang penayangannya beliau jadwal hingga beberapa bulan ke depan,  saat beliau tak menulis tulisannya terjadwal dengan tayang sendiri.

Berdasarkan pola perkembangan teknologi, bahwa yg muncul belakangan biasanya lebih lengkap fasilitasnya dan menutup kelemahan platform terdahulu, dan beliau rasa betul, lebih user frendly, menggunakan wordpress.

Mungkin beliau korban "ALA BIASA KARENA BIASA" beliau melakukan apa yang mau beliau lakukan, apalagi orang lain minta dengan memberi tiket pesawat, kamar hotel dan segepok sangu, walau harus membuat persiapan yang benar-benar serius, tapi lama kelamaan jadi terbiasa, kata kuncinya: mulai lakukan sesuatu yang kita mau dan siap belajar terus.

Beliau tak menulis yang tak beliau kuasai, juga tak mau jadi pembicara untuk topik yg tak beliau kuasai, walau honornya gede sekalipun. Itulah prinsipnya.

Beliau berusaha menyelesaikan hambatan sebisanya, kesulitan juga diatasi semampunya, dan menikmati semua proses dengan perbanyak berfikir positif --- soal buku fiksi atau non fiksi itu tergantung konsep tulisan yg sudah punya saat ini, matangkan, serahkan pada editor, terbitkan sebagian  di blog kita sebagai promosi awal, jika sudah ada penerbitnya, terbitkan.

Dalam menarik perhatian pembaca, gunakan judul posting yang menarik dan sedang dicari-cari orang saat upload tulisan, banyak yg baca atau tuliskan apa saja yang dibutuhkan orang di masa depan maka saat orang lain googling akan terhubung dg tulisan kita, tapi bisa bikin ternding dengan mempopulerkan sesuatu berdasarkan ide, tidak mengikuti pasar, tetapi bisa menarik pasar maka coba kita serach NEGERI PAMAN BESUT, lihat apa isinya?

 Seru sekali diskusi kita malam ini, sama halnya dengan tugas kita mendidik anak negeri, jika kita jalani dengan serius dan sepenuh hati, maka kita akan mendapatkan banyak hal yang tak terduga dan itu membuat bahagia tak bertepi. Blog yang kita buat pun demikian jika kita seriusi dengan rutin membuat tulisan, foto, video atau apa saja, secara serius dan sepenuh hati, maka kita akan menikmati hasil yang tak terduga karena proses tak mengkhianati hasil maka, mulailah berproses menulis tentang apa saja yang disukai, terus menulis walau kita tak tahu dibaca orang atau tidak (tapi di blog ada statistik yg bisa membuat kita tahu tulisan yangg digemari khalayak).

 

 

 

 

 

Belejar dari Legend

 

Pertemuan : 15

Waktu                 : 19.00-21.00 WIB

Hari, tanggal      :  Senin , 07 September 2020

Moderator          : Sri Sugiastuti

Pemateri             : Agus Sampurno

Agus Sampurno, beliau pernah menjadi juara pertama guru era baru Acer Award dengan blog http://gurukreatif.wordpress.com dimana kita Menulis dimulai dengan niat, dilanjutkan dengan tata aturan, prosesnya dan mulai dengan penulisannya.

Seorang penulis itu mempunyai beragam tipe menurut pak Agus yaitu:

1.   Seseorang yang punya hobby yang unik. Internet menghargai orang-orang dengan minat yang tidak jelas dan unik. Menulis online di blog akan membantu Kita menemukan penghobi yang berpikiran sama yang tidak dapat Kita temukan di kehidupan nyata.

2. Think-for-Yourself Academic (seorang pintar berbakat dan terobsesi dengan pengetahuan tertentu). Seorang dengan minat jenis ini bisa bisa akan menantang para akademisi tulen di kampus. Mereka adalah orang yang sangat terspesialisasi dan seringkali menentang ide-ide baru. Di Internet, Kita tidak memerlukan izin dari peer reviewer (otoritas keilmuwan) sebelum Kita menerbitkan pekerjaan Kita.

3. Pengusaha Muda atau pebisnis baru. Kita sedang bergerak ke dunia Produk yang Memprioritaskan Pembeli atau audiens. Sebelum Internet, perusahaan membuat produk sebelum audiens. Sekarang, mereka membangun audiens sebelum produk. Lebih mudah memulai bisnis saat Kita memiliki audiens.

4. Karyawan yang Diremehkan (jika kita adalah orang yang merasa tempat kerja kita tidak bisa menerima ide segar dan baru). Jika pasar meremehkan keterampilan Kita, dan Kita tidak dapat menunjukkan kompetensi Kita di tempat kerja, Kita dapat membuktikan diri dengan menulis online.

5. The Deep Thinker (kaum pemikir). Menulis online akan mempertajam pemikiran Kita. Halaman putih kosong adalah cermin ke dalam pikiran Kita. Ketika ide-ide di benak Kita kabur, begitu pula kata-kata di halaman depan Kita. Menulis ulang adalah memikirkan ulang. Menulis adalah cara terbaik untuk meningkatkan ide Kita.

6. Orang dengan ide dengan pemikiran unik (hampir mirip dengan nomor 1). Kita secara intelektual ingin tahu, tetapi Kita terjebak di tempat di mana Kita tidak dapat bertemu orang yang berpikiran sama.Menulis online, sehingga orang-orang mendatangi Kita. Saat mereka melakukannya, Kita dapat melakukan obrolan video dengan mereka dan mencari cara untuk bertemu langsung dengan mereka. Tidak ada lagi kesepian intelektual.

7. The Job Hunter (si Pencari kerja atau order) . ebuah blog pribadi yang ditulis dengan baik mengatakan lebih banyak tentang Kita daripada CV  apa pun. Menulis menunjukkan keingintahuan, komitmen, dan ketekunan - yang menarik perhatian perusahaan terbaik. Alih-alih menghubungi perekrut, mereka akan menghubungi Kita. Dengan menulis online, Kita dapat mendemonstrasikan kompetensi Kita dan memberi tahu dunia tentang keahlian unik Kita.

 Untuk berlatih menulis bisa dimulai dengan berlatih menulis dari sepotong ide-google  jamroad https://jamboard.google.com/d/1AsgaSBnpe_gmiKUTp4WA15fBV1r_YWfL4wXGIHoJmdQ/edit?usp=sharing

 Kita akan melihat piramida di link yang telah dibagikan dimana tugas kita adalah

1.       menentukan satu ide pokok tulisan

2.       terus turun ke bawah tambahkan data atau informasi pendukung

3.       dengan demikian total ada 6 ide yang kita buat. Kita gunakan post it untuk menulis ide kita

 

Dimulai pada saat kita mengalami kebosanan dalam mengajar dan menjadi guru dimana  sangat terkendala dengan manajemen kelas saat sedang  mengajar. Lalu kita melakukan riset di internet mengenai masalah kita itu kemudian kita tuliskan dalam blog. Masalah yang kita alami ditambah hasil riset kita yang sudah dipraktekkan menjadi ide segar bagi yang membacanya. Hal ini yang kemudian  kita lakukan berkali kali di blog dengan judul yang berbeda beda

Memulai menulis buku itu berasal dari  ide ---> pokok pikiran ----> judul bab ---> judul tulisan -----> detail informasi pendukung judul  dimana akhinya menjadi buku.

 

Menulis blog yang terpenting adalah tulisan yang terus menerus dikembangkan dan berawal dari sebuah ide pokok yang sederhana. Misalnya ibu akan angkat mengenai 'pembelajaran jarak jauh' maka bisa saja semua tulisan ibu berkutat disana. Tulisan yang lama bisa saja dimasukkan di blog. Sejatinya blog milik kita sendiri dan bebas bagi kita mengisinya dengan tulisan bahkan dari edisi tulisan yang lama ide sebenarnya mudah dicari dan ditemukan, yang sulit adalah cara melakukan eksekusi hingga menjadi sebuah tulisan. Dalam menulis banyak hal yang menarik dan bisa dinikmati prosesnya. Dalam mencari ide menulis ada banyak pemicu yang bisa berujung pada terbitnya sebuah tulisan. Seperti yang kita lakukan di jamboard adalah satu hal yang menjadi trending topic sekarang ini adalah mengenai Pembelajaran Jarak Jauh. Menyikapi situasi ini ada beberapa hal yang bisa seorang bisa menulis dari beberapa perspektif, yakni:

 

1. Persepektif sebagai pendidik yang merasa dirinya sukses; ia akan menceritakan bagaimana dirinya sukses mengampu pembelajaran online, dengan menceritakan kesehariannya dalam mengajar secara online. Ia lupa banyak pendidik diluar sana yang masih berjuang mengatasi kendala.

 

2.  Perspektif sebagai pendidik yang menyalahkan orang tua siswa yang kurang sigap mendampingi anaknya dalam pembelajaran jarak jauh.

 

4.     Perspektif pendidik yang mencoba memberikan jalan keluar berdasarkan pengalamannya. Ia berperan memberikan pertimbangan, tips dan trik bagi kedua belah pihak, bagi orang tua siswa dan guru.

Orang lebih senang mencari sesuatu yang ada hubungannya dengan keuntungan atau kebutuhan dirinya. Hal ini sering dilakukan bagi penulis pemula karena belajar menulis ide berdasar diri sendiri. Dimulai dari yang mudah, yang bisa, yang dialami.

 

Ketika ingin menulis, namun judul yang ditemukan sudah tertuang oleh orang lainnya, maka cara menyikapi hal ini adalah mencermati tulisan orang lain lalu lakukan ATM (Amati Tiru dan Modifikasi).

 

Cara terbaik memberikan ‘roh’ pada tulisan adalah sebagai penulis, kita sudah tahu dalam satu kalimat, hal apa yang ingin kita sampaikan kepada pembaca. Sebuah buku yang tebalnya berlembar-lembar pun pada akhirya punya satu tema besar yang ingin disampaikan.

 

Jika ingin lebih semangat menulis karena mendapatkan tanggapan, tulislah dan berikan lah sumbang saran bagi sebuah hal yang sedang menjadi kegelisahan orang banyak.

Cara membangun konsistensi dalam menulis ide di blog adalah memilih topik yang dikuasai kemudian lakukan  riset kecil-kecilan di google, kemudian tampilkan tulisan kita yang sudah dengan solusi dari sebuah masalah, tuliskan di bagian apa kita merasa nyaman dan menguasai (tidak harus ahli atau menguasai sekali). Silakan menggunakan jamboard dalam pembelajaran jarak jauh yang mana bisa menjadi peta pikiran.

kesimpulan malam ini

1.   Berbagilah hal yang kita ingin orang lain ketahui, tidak perlu menunggu sampai ahli, bahkan kita bisa berbagi proses yang sedang kita jalankan;

2.    Jika terus menerus menekuni hal yang sama dan fokus maka itu akan menjadi brand atau reputasi kita

 

Rabu, 02 September 2020

Mimpi yang Berwujud

 

 Hari, tanggal    : Rabu, 02 September 2020

Waktu               : 19.00-21.00 WIB

Pertemuan        :14

Moderator        Dra. Sri Sugiastuty, M.Pd

Pemateri           Ditta Widya Utami, S.Pd.

Materi              :  Pengalaman Menulis 

Sebelum acara dimulai Om Jay memberikan tuturan suara khasnya kepada Bu Kanjeng untuk membuka pelatihan, setelah menerima mandat, Bu Kanjeng memandu acara dengan alunan suara lembut nan jelas untuk mengikuti pelatihan menulis.

Diawali dengan sapaan senang sekali rasanya bisa bertemu Bapak dan Ibu di grup menulis binaan Omjay dkk (PGRI). Tentu, di antara Bapak/Ibu sekalian banyak yang jauh lebih hebat dan berpengalaman dari pemateri malam ini. Bahkan ada yang sudah menang lomba blog nasional 🤩 beliau memberikan  ucapkan selamat kepada Bapak/Ibu yang menang tersebut ... Namun demikian, mohon izinkan sebutir pasir yang banyak dijumpa ini berbagi secuil pengalaman dalam menulis dan menerbitkan buku hingga tembus di penerbit mayor ️🙏🏻 dengan biodata https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html, inilah materi yang diberikan oleh bu guru Ditta

 SEMUA BERAWAL DARI MIMPI 🎯💯

Beliau masih ingat ketika kuliah pernah menuliskan 100 target mimpi yang ditulis pada sebuah karton besar dan ditempel di dinding kamar kos. Salah satunya adalah mimpi menulis buku. Hari demi hari, satu per satu impian beliau terwujud. Setiap ada satu mimpi yang terwujud, langsung beliau coret dari daftar (agar punya ruang untuk mimpi-mimpi baru). Semakin lama, semakin banyak mimpi yang dicoret (di atas karton) karena Allah berkenan mewujudkannya. Saat itu, mimpi untuk menulis buku sebenarnya sudah terwujud ketika beliau dan teman-temannya  mengikuti lomba kreativitas mahasiswa tingkat jurusan dan meraih juara dua dengan skor yang berbeda tipis dari peringkat pertama. Timnya membuat buku "Seri Petualangan Kimia". Karena hanya dibuat satu sebagai prototipe, mimpi menulis buku belum beliau coret di atas karton. Saat itu beliau masih berharap, bisa menghasilkan karya berupa buku.

KARENA AKTIF DI MGMP DAN KOMUNITAS LITERASI 📚📖

Selang 10 tahun kemudian, beliau ikut dalam kepanitiaan Workshop Best Practice yang diselenggarakan MGMP IPA Kab. Subang. Hasil workshop tersebut kemudian diabadikan dalam bentuk buku. Bu Hj. Rita Rosidah, M.MPd. selaku ketua MGMP IPA Kab. Subang memberi kepercayaan kepada beliau dan Ibu Suprapti, S.Pd. (baik Bu Hj. Rita dan Bu Prapti, keduanya pun ikut grup menulis bersama Omjay) untuk menjadi penyunting bukunya. Tentu kebahagiaan tersendiri bagi beliau dan tim. Setelah buku Jejak Langkah Guru Subang, beliau pun ikut menulis dalam buku antologi bersama di komunitas-komunitas literasi yang beliau ikuti.

BUKU SOLO PERTAMA 📙

Maret-April 2020 adalah bulan penuh kebahagiaan bagi beliau. Karena dalam satu bulan itulah buku solo pertama beliau yang berjudul Lelaki di Ladang Tebu lahir. Buku ini merupakan kumpulan cerpen pendidikan yang konfliknya diambil dari kisah nyata. Hanya saja dinarasikan ulang menjadi sebuah cerpen. Beliau tulis buku ini untuk mengabadikan kisah-kisah para murid yang telah menjadi guru kehidupan bagi beliau. Betapa mereka (baik dengan sifat baik atau sebaliknya) mampu memberi pelajaran yang berarti dalam hidup ini. Silakan jika berkenan, Bapak/Ibu pun bisa membaca testimoni buku ini di instagram beliau : https://www.instagram.com/dittawidyautami/

IKUT KELAS MENULIS OMJAY

26 Maret 2020 beliau bergabung dalam grup menulis via WA Grup bersama Omjay dkk. Awalnya beliau masuk gelombang 8 kemudian pindah ke gelombang 7 karena masih ada kuota untuk 2 orang. Banyak sekali manfaat dan kebahagiaan yang beliau rasakan dengan mengikuti grup ini. Misalnya ketika mendapat hadiah kejutan dari Omjay dkk. Di angkatan beliau, Omjay selalu menginisiasi peserta untuk terus menulis setiap hari. Sesekali di hari antara jeda materi, beliau mengirim foto (ketoprak, kucing, kue kacang, apa pun) untuk kemudian dijadikan ide menulis.

https://dittawidyautami.blogspot.com/2020/04/hadiah-kejutan-dari-pgri.html?m=1 Tulisan ini mengabadikan ingatan beliau ketika mendapat hadiah kejutan berupa buku dari PGRI karena salah satu resume yang telah beliau buat.

https://dittawidyautami.blogspot.com/2020/04/kisahku-dan-kurma-muda.html?m=1 Sedangkan tulisan ini adalah tulisan yang mengantarkan beliau mendapat sepaket kurma ruthob dari KSGN dan PGRI. Tak berhenti sampai di situ. Melalui grup menulis bersama Omjay ini, beliau kembali ikut menulis 2 buku karya bersama. Pertama bersama Prof. Eko Indrajit, sedangkan yang kedua bersama Ibu Kanjeng, Pak Brian dan teman-teman guru blogger lainnya.

Pena Digital Guru Milenial adalah buku karya bersama keenam yang beliau ikuti. Terdiri dari 43 penulis yang merupakan guru blogger yang mengurai kisahnya masing-masing sebagai guru sekaligus blogger. Dibimbing langsung oleh Ibu Kanjeng yang luar biasa

BUKU MAYOR PERTAMA

Senin, 13 April 2020 Peserta grup menulis bersama Omjay mendapat materi tentang menulis buku dalam seminggu yang disampaikan oleh Prof. Eko Indrajit. Penyampaian yang luwes, sikap yang bersahaja, membuat beliau menikmati pemaparan beliau. Hingga akhirnya beliau menyampaikan tantangan menulis buku dalam seminggu. Beliau meminta kami untuk memilih tema yang ada di channel youtube beliau (Ekoji Channel) : https://www.youtube.com/channel/UCa3LCo2Zjy_h_NaWz1V2jOw Bagi yang siap ikut tantangan, bisa langsung mengirimkan judul beserta outline buku kepada beliau.

Proses Menulis Buku dengan Prof. Eko

15 April 2020 Beliau mengirimkan judul beserta outline buku kepada Prof. Eko. Alhamdulillah di acc. Setelah itu, setiap hari beliau menulis satu BAB hingga 21 April 2020. Selesai. Ya, selesai seluruh draft! Alhamdulillah. Selanjutnya tinggal bimbingan untuk proses editing.

Ini adalah salah satu rahasia dalam menulis buku. Selesaikan seluruh draft dari daftar isi hingga daftar pustaka, baru kemudian edit. Jika selesai satu bagian kita langsung mengedit, yakin tidak akan selesai-selesai bukunya. Atau bisa selesai, tapi dalam waktu yang relatif lama. Karena apa?  Proses editing-lah yang sebenarnya memakan porsi waktu paling banyak dalam proses pembuatan buku. Para penulis yang mulanya berjumlah 20 orang dipertemukan dalam satu grup yang dibuat oleh Prof. Eko. Dari jumlah tersebut, ada 9 orang yang akhirnya misi menulis buku bisa sampai diterbitkan. Proses menulis buku bersama Prof. Eko tuh berasa seperti menulis skripsi. Hanya saja, kali ini terasa lebih menyenangkan. Bagaimana tidak? Prof. Eko begitu ramah dan sabar dalam membimbing grup.

MASA BIMBINGAN

Grup bimbingan Prof. Eko bersyukur di tengah kesibukannya mengadakan perkuliahan online, mengisi webinar PGRI, dsb, beliau masih menyempatkan diri untuk membimbing para penulis pemula. Selain melalui WA grup, beliau juga melakukan bimbingan melalui google meet dan zoom.

Pada bimbingan klasikal pertama, setiap peserta mempresentasikan naskahnya masing-masing. Lalu, Prof. Eko memberi masukan atas masing-masing karya untuk kemudian direvisi. Pada bimbingan klasikal kedua, dibahas teknis jadwal pengiriman naskah ke penerbit, jadwal meeting dengan penerbit, dsb.

🥁 SAATNYA PENGUMUMAN 🎉

4 Juni 2020 adalah hari yang mendebarkan. Inilah hari pengumuman apakah naskah grup lolos atau tidak. Pengumuman dilakukan via zoom meeting yang dihadiri oleh Pak Joko sebagai perwakilan dari Penerbit Andi, Omjay dan tentu saja Prof. Eko beserta anak didiknya 😊 Saat itu, Prof. Eko berulang kali membesarkan hati group agar memantapkan hati menerima apa pun hasilnya. Karena dari semua naskah yang masuk, masih ada yang harus revisi minor, revisi mayor dan ada yang langsung diterima. Alhamdulillah, beliau bersyukur karena naskah Menyongsong Era Baru Pendidikan termasuk yang langsung diterima.

PROSES DI PENERBIT

Sejak pengumuman lulus/tidaknya naskah, selebihnya proses di penerbit mayor. Editing, layout, dsb.

12 Juli 2020 beliau menerima naskah proof. Naskah yang siap naik cetak tapi butuh dicek untuk terakhir kalinya oleh penulis. Naskah ini dikirim langsung ke penulis beserta surat perjanjian (kontrak). Setelah selesai dicek, dikirim kembali ke penerbit. Hingga akhirnya ...

7 Agustus 2020 beliau menerima foto bukunya. Beliau memilih tema tersebut setelah melihat tayangan berjudul UNESCO Competency Framework for Teachers di Ekoji Channel (channel YouTube Prof. Eko) Dalam video ini dibahas tentang kompetensi teknologi informasi apa saja yang harus dimiliki guru berdasarkan standar UNESCO.

MENGAPA HARUS "MENYONGSONG ERA BARU PENDIDIKAN"?

Bapak dan Ibu yang berbahagia, setiap orang tentu memiliki tujuan masing-masing dalam menulis.

Bagi beliau, menulis itu ada 3 jenisnya :

1. Menulis untuk mengabadikan momen

Contoh tulisan ini adalah ketika kita menuliskan kisah saat mendapat hadiah kejutan dari Omjay, saat Bapak/Ibu menjadi pemenang lomba blog, dsb.

2. Menulis untuk mengabadikan buah pikiran

Nah kalau ini lebih serius tulisannya. Best Practice, PTK, artikel ilmiah, atau apa pun yang nulisnya terkadang membutuhkan referensi lain.

3. Menulis untuk kebutuhan

Tujuan menulisnya karena ada kebutuhan yang harus dipenuhi. Kebutuhannya bisa macam-macam. Misalnya untuk mendapat kesenangan, untuk menyalurkan hobi, dll.

Nah, buku Menyongsong Era Baru Pendidikan ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan guru/pendidik saat ini. Mengapa beliau katakan demikian? Bapak dan Ibu mungkin pernah mendengar istilah generasi Z dan generasi Alpha (generasi A). Baik generasi z (lahir antara 1995-2010) maupun generasi A (lahir setelah 2010), keduanya merupakan generasi yang dekat dengan teknologi.

Peserta didik yang kita hadapi saat ini mungkin ada yang termasuk generasi z atau generasi A. Oleh karena itu, kita pun sudah barang tentu harus bisa menguasai atau minimal mnggunakan berbagai teknologi informasi dalam proses pembelajaran. Meski teknologi hanyalah alat, tapi memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran bahkan telah menjadi kriteria kompetensi pedagogi dan profesional bagi seorang guru. Selain itu, adanya pandemi corona mengharuskan kita sebagai pendidik untuk mulai menggeser proses pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran-pembelajaran inovatif yang salah satunya dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Oleh karena itu, kita harus siap Menyongsong Era Baru Pendidikan.

Buku Menyongsong Era Baru Pendidikan ibarat appetizer (hidangan pembuka) dalam suatu jamuan makan yang berfungsi merangsang nafsu makan sebelum hidangan utama (Main Course) dinikmati.

Suguhan yang terkandung dalam buku ini, diharapkan mampu meningkatkan semangat Bapak dan Ibu untuk mengembangkan kompetensinya di bidang teknologi informasi yang kemudian dapat diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran. Kita harus optimis dalam  menyongsong era baru pendidikan dimana semua akses informasi bisa didapat dengan mudah. Kapan saja, dimana saja, dan oleh/dengan siapa saja. Proyek Palapa Ring atau istilah lainnya "Tol Langit" yang dilaksanakan pemerintah  semoga menjadi salah satu jalan yang semakin memudahkan akses teknologi informasi di negara kita yang berbentuk kepulauan.

Silakan bagi yang berkenan memiliki buku Menyongsong Era Baru Pendidikan dan buku seri Ekoji lainnya, bisa memesan melalui link https://bit.ly/PESANBUKU-EKOJI atau bisa melalui CP Penerbit 081226917765 atau bisa melalui beliau (Ditta) di 085659083111

Diakhir materi ditutup dengan “Teruslah memberi arti pada setiap orang yang kau temui. Dalam setiap hal yang kau lalui, dan untuk setiap waktu yang kau miliki. Sebutir pasir yang banyak dijumpa, ~ Ditta Widya Utami ~”

 

 

Sosial Presence

 

Hari, tanggal    : Senin, 31 September 2020

Waktu               : 19.00-21.00 WIB

Pertemuan        :13

Moderator        : Dra. Sri Sugiastuty, M.Pd

Pemateri           : Dr(C) Mudafiatun Isriyah, M.Pd.

Materi              : Sosial Presence lez PGRI

Sosial presence merupakan perwakilan kehadiran dalam berkomunikasi  di dalam dunia maya  dengan sapaan, salam ataupun diskusi setelah terjadi interaksi  dua arah dengan batasan layar persegi yg berbicara dengan sinyal internet yang tidak terganggu.

 

 

Jumat, 28 Agustus 2020

Hatimu yang Tertulis

 

Apabila cinta telah berkata maka semuanya terasa indah. ‘Cinta’ merupakan kata hati dimana bersumber dari segumpal darah merah untuk merasakan salah satu getaran emosi yang ditimbulkan dari sinyal-sinyal perasaan.  

Kata ‘mencintai ‘menjadi kata kerja karena  memerlukan tindakan untuk melaksanakan kegiatan yang telah disukai.  Ketika menulis dengan cinta berarti menulis dengan perasaan yang ditimbulkan dari dalam diri yang tertuang  menjadi kalimat-kalimat yang dapat berbicara.

Ketika hati telah berbicara muncullah indra keenam untuk menyentuh dengan rasa kasih dan rindu yang bersemayang dalam kalbu.

Cintai kata-kata

Semua kan bisa meraba

Berbicara dalam rasa

Merajut suka cita

Berkelana dalam cerita

 

Jauhnya rindu disini saja

Berdiam diri di alam semesta

Menanti kunjungan sinar yang bercahaya

Membawa secercah fatamorgana bahagia

Terpatri dalam kalbu yang berdoa

Menanti jawaban dari yang maha kuasa

 

Yang ku tulis ini apa ya?

 

 

 

Rabu, 26 Agustus 2020

Terkejut! “ Tidak Boleh” menjadi Guru

 

Hari                 :  Rabu, 26 Agustus 2020

Jam                  :  19.00-22.00 WIB

Narasumber     :  Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA

Moderator       :  Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd

Malam ini suasana dalam group menulis sangat panas dan menggairahkan, dimulai dengan lagu kenangan lawas  bersama kekasih hati, juru bicara guru besar prof. Ekoji memulai pelatihan menulis https://www.youtube.com/watch?v=eOHeAau1tYo

Banyak sekali pesan moral untuk menulis bagi para guru yang bernafsu untuk mengeluarkan karyanya, tapi  dari semua itu dasarnya kembali kepada diri pribadi peserta untuk mengeluarkan imajinasi karyanya yang akan tercipta di tangan ajaibnya.  Menulis itu bagian akhir dari proses belajar dengan urutan belajar yang dimulai dari mendengar, melihat, berbicara  dan terakhir dengan menulis.  Yap, menulis bagian akhir proses  belajar dari tinta tinta pemikiran yang tercetak berbentuk huruf-huruf yang berakhir berbentuk buah pemikiran (buku).  Tak banyak bicara, buktikan saja. Menulis.....momok menakutkan bagi teman seperjuangan saya dan sebagian lagi akan berputar untuk melangkah dalam menulis bila terpancing. Semoga saja tidak jadi sorotan dengan modal iseng.

“Tidak boleh” menjadi  guru, begitulah jawaban dari prof EKOJI bila dirimu tak mau jadi penulis, kejam sekali,  terasa  sakit tapi perihnya menyesakkan dada. Guru harus memiliki literasi itu hukumnya wajib. Menulis jelah........ 



Selasa, 25 Agustus 2020

Are you Ready? Siap!

 

Hari, Tanggal   : Senin, 24 Agustus 2020

Waktu               : 19.00-21.00  WIB

Pertemuan        : 10

Moderator        : Bambang Purwanto, S.Pd., Gr.

Pemateri           : Salamah M.Pd.

Asaalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Ku ucapakan salam ketika membaca namamu, Salamah, M.Pd.,  salam ku, ucapan penghormatan dan doa dari tulisan yang kurangkai untuk seorang guru dari SDN 2 Wonosobo yang merupakan salah seorang guru berprestasi (gupres).

Kisahmu sungguh menggugah hati, disayat sembilu tapi tak berdarah, dikala semua orang meremehkan menulis buku, dirimu tetap bertahan untuk melanjutkan tulisanmu sehingga menghasilkan  karya yang akan terus terbit sepanjang hidupmu. Sungguh banyak buku yang telah terbit dari pikiran cantikmu. Dirimu tetap berdiri tegak diantara semua takdir yang menimpamu, ada kekecewaan dalam kisah menulismu ketika karya tidak dihargai, namun dibalik semua itu ada harga yang setimpal bahkan lebih dari semua usahamu. Tidak ada yang sia sia. Dirimu menulis semua yang mau ditulis sesuai permintaan pasar, tanpa tawar menawar habis terjual. Bukan lagi mencari , tapi dicari dengan jawaban Siap! ketika ada permintaan membuat buku. Hebat ya....

Dari semua itu inilah tuturannya “Saya percaya gusti Allah yang sangat maha hebat, itulah yg telah menetapkan bahwa dari keterpurukan, dari kesakitan, dari ter terburuk. Saya tetap Semangat. Saya tidak putus asa. Saya tidak pernah marah baik pada manusia maupun pada Allah dan buku saya mulailah menghasilkan pundi-pundi uang yang sangat banyak. Yg sangat banyak,  dimana uang itu bisa saya gunakan untuk ini untuk itu. Untuk ini, untuk itu dan saya tidak lagi harus mengusulkan atau memberikan proposal ke penerbit,  justru penerbit yang mengusulkan kepada saya. Bisa membuat buku ini bu Salamah?, Saya katakan SIAP. Bisa buat buku ini bu Salamah? Saya katakan SIAP, sampai sekarangpun saya seperti itu.”

Terkadang ketika saya menyuruh teman seperjuangan untuk menulis dia akan mengatakan “susah menulis, apalagi membuat satu paragraf” katanya, memang susah kalau tidak dimulai dari diri sendiri ya bu Salamah J

Suara lembutmu dengan gagahnya ketika penutupan materi  Tetapkan langkah, Satukan otak, Bulatkan Tekat, Lurus Kedepan, Raih semuanya...Bravo. Kita Bisa, Kita Mampu, dan Kita Akan Melewati Rintangan dengan Mudah,  Majulah Guruku, Majulah Indonesiaku, Bravo...., selamat malam semuanya , dadadahhh.......”

Ku sudahi tulisanku untuk malam ini "Wa‘alaikum Salam Warahmatullahi Wabarakatuh".


Jumat, 21 Agustus 2020

Bibit Disemai, Belum Tentu Sama Tumbuh

Pukul               : 19.00-21.00

Hari,Tanggal   : Jumat, 21 Agustus2020

Pertemuan       : 9

Moderator       :Dra. Sri Sugiastuty, M.Pd.

Pemateri          : Sigit Suryono, S.Pd, M.Pd.

Pengalaman mengajarkan semua peristiwa yang tidak sama antara satu dengan yang lainnya, terkadang kegagalan demi kegagalan pasti membawa kepada puncak kesuksesan, jatuh bangun setiap kejadian di dalam meraih perjuangan itu seperti mengejar layang-layang putus. Kesuksesanmu sudah ada melayang di antara asa dan harapan, mungkin tergegam mungkin tidak tapi, cobalah dan cobalah meraihnya. Sampai pada genggamanmu yg kokoh untuh mempertahankannya.

Setiap keinginan untuk mendapatkan sesuatu dimana semua menginginkannya tidak akan membuatmu kehilangan, karena itu semua menandakan bahwa keyakinanmu pasti berbuah manis pada masanya. Dari semua itu kamu perlu kehangatan matahari untuk menyinari dirimu sampai kamu berdiri tegak memberikan manfaat pada yang lainnya.


Creater Man Jadda Wajada’ Book

Judul Materi    : Berbagi Pengelaman Menerbitkan Buku

Pukul               : 19.00-21.00

Hari,Tanggal   : Rabu, 19 Agustus2020

Pertemuan       : 8

Moderator       :Dra. Sri Sugiastuty, M.Pd.

Pemateri          : Akbar Zainudin

Blog https://akbarzainudin.com/

Belajar langsung melalui WAG bersama pengarang buku ‘Manjadda Wa Jaada’ itu gimana ya? Ada sesuatu yang membuat langsung bertindak untuk berbuat, tapi bukan sekedar kata-kata, buktikan! Sebelum acara dimulai beliau memberikan  https://youtu.be/-7E7q4I4-vU Materi Menulis: Langkah-Langkah Menulis Buku.

Jadi, mari mengikuti langkah-langkah menulis dari awal lagi untuk menjadikan sebuah karya.

Ada Enam langkah diringkasan materi pak Akbar menjadi singkatan TOJTRP  yaitu Tema, Outline, Jadwal, Tulis, Revisi, Penerbit.

1.      Tema, Setiap buku harus punya tema besar, baik buku fiksi maupun non fiksi. Tema akan menjadi rel yang mengikat kita dari awal tulisan hingga akhir.

2.      Outline, atau Daftar Isi

Gunanya outline:

1. Agar tulisan kita terarah.

2. Bisa buat jadwal dan target.

3. Menghindari "ngeblank" pada saat menulis.

4. Agar bukunya selesai.

3.      Jadwal, Buatlah jadwal penulisan.

Cara Membuat Jadwal.

1. Buatlah tabel dengan 4 kolom, yang berisi No-Judul Artikel-Target Lama Menulis-Tanggal-Keterangan

2. Isi Nomer

3. Isi Judul Artikel

4. Perkirakan Berapa Lama (Berapa Hari) Artikel akan Ditulis

5. Buat sesuai dengan tanggal yang ada saat ini.

6. Isi Keterangan dengan apakah sudah selesai ditulis atau belum

4.      Tulis

Di sini, disiplin diri dan komitmen yang akan menentukan apakah tulisan kita akan selesai atau tidak.  Tulis dan selesaikan semua judul artikel terlebih dahulu. Jangan terpaku untuk satu tulisan sampai sempurna.

5.      Revisi

Tahap pertama adalah menyelesaikan semua draft buku.

Tahap kedua, baru revisi. Apa saja yang direvisi?

1. Data dan informasi yang kurang.

2. Tata Bahasa

3. Gaya Tulisan. Disamakan dari awal hingga akhir.

4. Judul-judul artikel. Buatlah judul-judul yang menarik.

6.      Penerbit.

Apa yang menjadi pertimbangan penerbit? Paling utama adalah bukunya laku atau tidak. Ini menyangkut kebutuhan masyarakat pembaca. Apakah pembaca butuh buku kita?  Siapa yang butuh? Berapa banyak orang yang butuh?  Buku kita menjawab kebutuhan apa?Semakin besar kebutuhan masyarakat akan buku kita, maka peluang diterbitkan semakin besar.  Karena itu, sebagai penulis kita mesti memahami buku kita siapa yang akan beli, dan siapa yang kira-kira akan baca.  

Hal kedua adalah apa yang bisa membedakan buku kita dari buku sejenis. Apa kelebihan kita dibandingkan dengan buku sejenis?  Kita harus mampu menjawab pertanyaan ini. Karena hal itu yang akan menjadi pertanyaan dan juga pertimbangan penerbit.

Ketiga, pertanyaan penerbit adalah, apa yang akan Anda lakukan untuk membantu pemasaran buku?  Harus punya jawabannya. Misalnya iklan di Medsos, Seminar, Pelatihan, Diskusi Buku, Membangun Komunitas, Dan Sebagainya.  Apakah perlu membayar kepada penerbit?  Kita tidak perlu membayar ke penerbit. Bahkan kita mendapatkan uang ROYALTI. Rata-rata royalti adalah 10% dari buku yang terjual.

Bagaimana cara mengirim naskah?

1. Naskah harus sudah jadi.

2. Diprint, dikirim dengan hard copy dan soft copy dalam bentuk CD atau Flash Disk

Berapa lama? Kabar diterima atau tidak sekitar 3 bulan.

Pesan terakhir peninggal jejak pemateri “Bagi saya, menulis adalah tentang membuat hidup kita lebih hidup. Menulis adalah tentang bagaimana membangunkan semua potensi dalam diri secara maksimal. Dimulai dari malam ini. Niatkan dan bangun komitmen bahwa kita akan memulai menulis. Agar diri kita lebih bermanfaat bagi diri kita, keluarga, anak didik, dan masyarakat secara luas. Tantangan terbesar itu dari diri kita sendiri. Semakin kita bisa mengalahkan diri kita, semakin cepat kita bisa menulis. Hilangkan semua kekhawatiran karena biasanya ada dalam pikiran. Kalau kita sudah melangkah, semua ketakutan dan kekhawatiran itu akan hilang. Semuanya sekarang kembali kepada diri kita. Apakah kita ingin membuat perubahan dalam hidup kita atau kita membiarkan waktu terus berjalan dan mengalahkan kita. Saatnya kita tidak hanya membaca kesuksesan orang lain, saatnya menuliskan sejarah kesuksesan kita sendiri. Terima kasih banyak buat Om Jay, Ibu Sri serta Bapak Ibu sekalian yang hebat. Malam ini sungguh luar biasa. Mudah-mudahan bisa bermanfaat. Mohon dimaafkan untuk segala kekurangan dan kekhilafan. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🙏🙏”