Hari, Tanggal : Senin, 10 Agustus 2020
Waktu : 19.00-21.00 WIB
Pemateri : Yulius Roma Patandean, S.Pd.
Moderator : Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd
Ada marga di akhir namamu. Biasa dipanggil pak Roma. Jargon pak Roma penyemangat menulisnya "Tuailah hasil selama masih sanggup CLBK (Coba, Lakukan, Budayakan dan Konsisten)". Seperti tuturannya dibawah ini:
Coba; Tak ada satu pun usaha yang berhasil jika tidak mencobanya lebih dahulu. Setiap tawaran pekerjaan dan amanah yang diberikan ke saya, saya jarang menolaknya selama ada kaitannya dengan dunia mengajar. Sama halnya dengan menulis, memulainya kadang susah, terutama dalam membangun ide lalu mencurahkannya kalimat demi kalimat. Mencoba berulang-ulang akan melatih kita memproduksi untaian kata-kata yang menghasilkan kalimat bermakna.
Lakukan; Ketika
kita sudah mencoba, telah menemukan rasa dan keunikan tulisan kita, maka harus
terus dilakukan agar ide kita tidak mengendap seiring berlalunya waktu. Jika
ada kendala, dan kita berhenti menulis saat itu, maka saat itu juga semangat
menulis kita berhenti. Jadi saya paksa diri saya untuk menulis, hingga kini.
Menulis apa saja, intinya harus ada sesuatu yang tersimpan di draft tulisan
blog saya atau tersimpan di laptop. Ada yang saya simpan di https://romapatandean.wordpress.com
atau di https://romadean.blogspot.com.
Budayakan; Menulis
harus menjadi budaya kita. Menjadi bagian dari cara hidup kita. Menjadi bagian
tak terpisahkan dalam kehidupan kita. Jadi, budayakan menulis, sehingga menjadi
panggilan beraktifitas setiap hari.
Konsisten;Tak
ada karya yang terselesaikan dengan baik tanpa konsistensi. Konsisten dalam
menulis adalah misi untuk mencapai visi seorang penulis, yakni menghasilkan
sebuah karya tulisan yang bisa memberi inspirasi bagi banyak orang. Bagaimana
cara saya konsisten? Memaksa menulis setiap hari, minimal menulis tugas untuk
siswa di blog atau upload gambar. Selain itu, saya aktif membeli buku secara
online. Jika saya kesulitan mengembangkan ide, maka saya cari bukunya di
OLSHOP. Bila jenuh menjelang, keluarkan keringatmu ditempat lain ( kebun) tapi pikiranmu masih di kepala.
Jadi, jangan takut CLBK, namun
nikmatilah prosesnya dan syukuri hasilnya.
Adapun hasil karyanya berjudul “Digital Transformation dan Flipped Classroom” dengan sipnosis; Buku Digital Transformation hadir dengan maksud membuka wawasan akan pentingnya mengubah mindset untuk bertransformasi, mengambil peran dan memposisikan diri dalam perubahan teknologi digital yang begitu pesat dalam dunia bisnis dan pendidikan. Selain itu buku ini memberi gambaran bagaimana membangun kampus dan sekolah yang cerdas ditinjau dari penggunaan teknologi digital, nature dan budaya. Serta bagaimana menerapkan cyber pedagogy dalam proses pembelajaran. Buku ini bisa dijadikan referensi untuk para pelaku bisnis, pelaku pendidikan, dosen, kepala sekolah, guru, dan mahasiswa terkait transformasi digital. Sementara buku kedua Flipped Classroom; Belajar tanpa PR di rumah adalah kerinduan anak didik kita. PR dikerjakan di kelas tatap muka bisa saja menjadi hal baru bagi para pendidik. Flipped Classroom adalah buku tentang strategi membalikkan kelas dalam melakukan pembelajaran. Buku ini berisi berbagai tips bagaimana membalikkan kelas, sehingga siswa mampu berpikir kritis, lebih kreatif, mandiri dan mampu berkolaborasi. Peserta didik dimungkinkan untuk mampu menguasai konten pelajaran sesuai dengan kecepatan mereka masing-masing. Buku ini diperuntukkan bagi siapapun yang mencintai pendidikan, baik dosen, guru maupun para orang tua yang ingin mengetahui seperti apa model kelas terbalik.
Pertanyaaan babak-babak yang akan mengakiri acara sebelum hujan lebat menjadi banjir yang sudah membasahi tana toraja “Bagaimana melawan malas dan kelelahan, terkadang sudah di depan laptop malah ketiduran?” yang dijawab pemateri berupa “Bangun komitmen, semangat dan motivasi diri sendiri, bahwa ada hasil yang harus saya capai dalam proses menulis ini. Kalau kelelahan, biasanya saya tidur dulu. Walaupun itu jam 5 sore saya pulang dari sekolah. Saya usahakan tidur. Bangun sekitar jam 7 malam. Saya merasa segar kembali. Trik lainnya, saya minta istri pijit punggung saya hehehe”. Pertanyaan sehingga sampai di ujung acara “Apa yang harus kita lakukan agar kita dengan mudah mendapatkan ide untuk menulis? Dari Hayati Cempaka, Pemalang, Jawa Tengah. Yang di balas dengan “Menuliskan semua hal menarik yang kita lihat atau alami. metode pak Budiman hakim tentang Cerpenting itu juga banyak membantu saya. Banyak membaca, entah itu sumber internet ataupun koleksi buku-buku. Saya tiap hari pantau informasi di Twitter, kadang ide juga munculnya dari sana”.
Pesan akhir materi yang disampaikan dari pemateri ditutup dengan “Jangan lelah untuk Coba, Lakukan, Budayakan dan Konsisten dalam menulis. Setiap usaha kita, pastinya akan bermuara pada hasil yang optimal mana kala kita senantiasa mau belajar, membangun komitmen dan memotivasi diri. Menulis adalah proses kehadiran kita untuk membawa kabar baik tentang ilmu kehidupan. Apa pun yang kita tulis pastinya ada hubungannya dengan proses hidup kita”.

Lanjutkan dan tetap semangat.
BalasHapusSama sama Pak Syamsuddin Al Munawiy. Semoga semakin banyak jua guru menulis bermunculan. Jadi Saling berkunjung Walau tak tatap muka.
HapusKeren... Semangat terus dalam menulis...
BalasHapusTerima kasih bu lilis, tulisan ibu lilis yang sudah expert kayaknya. Semoga cepat buat buku untuk bu lilis.
HapusMantap Bu... Lanjutkan
BalasHapusMantap Bu... Lanjutkan
BalasHapusWiiih Bu keren banget
BalasHapussiip resumenys
BalasHapusSedikit merenov copasan akan memberi sentuhan gaya peresume, ok mantap dan tetap semangat ...
BalasHapusKalau bukan tulisan kita rasanya memang harus pakai tanda kutip, Sebab saya mengutip secara langsung dari hasil meeting, bukan ide saya. Rasanya ada aturan menggunakan kutipan langsung dan tidak langsung, jadi tidak berani saya buat tulisan pak Roma dengan Ketikan jemarinya, saya kopi paste jadi tulisan saya.
HapusBagus bu.. mantap
BalasHapusBagus bu.. mantap
BalasHapusBagus bu.. mantap
BalasHapusCiiihhuuyyy banget tulisannya...
BalasHapusKhususnya yg ini "Bangun komitmen, semangat dan motivasi diri sendiri, bahwa ada hasil yang harus saya capai dalam proses menulis ini"
Ayooo tetap semangat 45!!!!