Hari : Jum'at, 14 Agustus 2020
Jam : 19.00-22.00 WIB
Judul Materi :
Narasumber : Dra. Musiin, M.Pd.
Moderator : Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd
Pemateri pada pertemuan 6 dipanggil Bu Iin, yang
merupakan salah satu anggota ‘geng’ menulis buku dalam waktu singkat
selama semingu yang merupakan jebolan Menulis Gelombang 8 yang di tantang Prof
Eko yang menjadi narsum pada waktu itu. Sumber
bahan menulisnya berasal dari https://www.youtube.com/watch?v=8oMCQspJOII
. Penulis yang bernama lengkap Dra.Musiin, M.Pd. dengan judul bukunya LITERASI
DIGITAL NUSANTARA bisa dipesan melalui https://bit.ly/PESANBUKU-EKOJI dengan CP.081226917765. Untuk mengetahui isi
bukunya lebih baik hubungi alamat link yang telah dibagikan.
'Literasi Digital Nusantara' merupakan buku pertamanya yang diterbitkan di Penerbit Mayor yang mana Ibu Iin sebelumnya menulis PTK, jurnal, proposal, laporan untuk kepentingan pekerjaannya. Semuanya berawal dari niatnya dalam fikirannya untuk membuat buku untuk tambahan angka kredit di SKP (Sasaran Kinerja Pegawai), ketika ada niat disitu ada jalan, gayung tersambut sampailah di Kelas Menulis Om Jay yang menjadi awal mula jatuh cinta menulis buku langsung diterbitkan oleh penerbit mayor (Andi Publisher) dari narsum waktu itu. Mungkin pepatahnya ‘jalanmu ada di depanmu maka laluilah’. Karena menulis di luar bidang menjadi tantangan sekaligus kesenangan tersendiri, maka harus belajar dari nol dan bekerja keras. Susah juga ya Bu....? kenapa bisa begitu? Karena ibu Iin seorang guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Tarokan Kediri sejak tahun 1998 selain itu beliau juga aktif menjadi tim pengembang mata pelajaran Bahasa Inggris dan tim penilai angka kredit guru di tingkat Kabupaten Kediri dan founder organisasi swadaya masyarakat YAPSI yang berdiri sejak tahun 1991 serta founder PT In Jaya.
Untuk menulis bukunya beliau membutuhkan banyak membaca berbagai sumber referensi baik itu surat kabar, buku dan informasi yang ada di internet, validasi data dengan sumber yang lain, jadi tidak percaya hanya dari 1 sumber. Tapi dari semua itu kendala terbesar adalah ketika berada di titik jenuh. Proses penulisan bukunya membutuhkan waktu yang singkat, namun beliau bisa mengambil kesimpulan cara Prof Eko memberi waktu yang singkat adalah sangat tepat, supaya bisa kejar target (berlari) memenuhi deadline. Untuk meminimalisir titik jenuhnya beliau melakukann hobinya yaitu memasak.
Motivasi dari pemateri “TIDAK ADA KATA TERLAMBAT untuk memulai sesuatu yang baik. Bapak Ibu semua pasti bisa menghasilkan karya yang yang akan dikenang anak cucu dan generasi mendatang. Ide menulis bisa dari mana saja, dari lingkungan keluarga, tempat kerja dan masyarakat. Selalu semangat dan yakin bahwa ada karya dari tangan Bapak Ibu. π ”
Diakhir acara terselip kata dari pemateri “Tatkala waktuku habis tanpa karya dan pengetahuan, lantas apa makna umurku ini?”-Syaikh Hasyim Asy’ari
“Menulislah, karena tanpa menulis engkau akan hilang dari pusaran sejarah”-Pramoedya Ananta Toer.
Singkat padat berisi resumenya ...bagai body itu singset dech ...keren
BalasHapusMonggo kalo berkenan mampir
http://nurhidayati2010.com/?p=417
Thank you bu Nurhidayati, bukan malas buat yang panjang, ada faktor lain yg tidak bisa di sebut kan. Sudah bolak balik baca blog ibu Nurhidayati, bagus blog nya, banyak Seni, susunannya juga tertata rapi.
BalasHapusBagus, tapi agak beda dari lima sevelumnya.
BalasHapusJempol.
cari suasana lain pak ...
Hapusπππππ
BalasHapusjempol 5 jari nih bu Imas, digabung dengan jari berbeda tanpa jempol semua jadi hantaran sebelah tangan untuk mencari tangan yang lain untuk bersalaman deh kayaknya...
HapusTitik uap, Titik jenuh Titik...... .... Terima kasihπ€ berada pada masa yg tidak stabil
BalasHapuspadat, lengkap, singkat.!
BalasHapusTOP
terima kasih pak Indra Wahyuddin, bagus begitu tulisannya Pak Indra, semangat menulis sepanjang hayat untuk guru Indonesia
HapusLuar biasa
BalasHapusterima kasih pak Abraham, tulisan pak Abraham luar biasa juga, semgat terus ya pak menulisnya
HapusIni mah keren mbak Erike. Singkat tapi mengena. Lanjutkan mbakπͺ
BalasHapusπ€πSalam Literasi
biasa saja bu Marna, kalau tahu bu Marna dasar menulisnya, kecewa berat bu...Semangat dan salam Literasi guru Indonesia
HapusSaya suka resume yang resume
BalasHapusbuatnya resume tak nafsu amat pak, asal kirim saja, jangan suka resume saya pak, nanti hilang kreatifitas pak Susanto menulisnya, tulisan pak Susanto sudah melejit diksinya, semangat Pak.
Hapus