Minggu, 16 Agustus 2020

Keluar Dari Zona Aman, Hasilkan Karya

Hari                 :  Jum'at, 14 Agustus 2020

Jam                  :  19.00-22.00 WIB

Judul Materi    :  Pengalaman Menulis dan Menerbitkan Buku di Penerbit Mayor 

Narasumber     :  Dra. Musiin, M.Pd.

Moderator       :  Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd

Pemateri pada pertemuan 6 dipanggil Bu Iin, yang merupakan salah satu anggota ‘geng’ menulis buku dalam waktu singkat selama semingu yang merupakan jebolan Menulis Gelombang 8 yang di tantang Prof Eko yang menjadi  narsum pada waktu itu. Sumber bahan menulisnya berasal dari https://www.youtube.com/watch?v=8oMCQspJOII . Penulis yang bernama lengkap Dra.Musiin, M.Pd. dengan judul bukunya LITERASI DIGITAL NUSANTARA bisa dipesan melalui https://bit.ly/PESANBUKU-EKOJI  dengan CP.081226917765. Untuk mengetahui isi bukunya lebih baik hubungi alamat link yang telah dibagikan.

'Literasi Digital Nusantara'  merupakan buku pertamanya yang diterbitkan di Penerbit Mayor yang mana  Ibu Iin sebelumnya menulis PTK, jurnal, proposal, laporan  untuk kepentingan pekerjaannya. Semuanya berawal dari niatnya dalam fikirannya untuk membuat buku untuk tambahan angka kredit di SKP (Sasaran Kinerja Pegawai), ketika ada niat disitu ada jalan, gayung tersambut sampailah di Kelas Menulis Om Jay yang menjadi awal mula jatuh cinta  menulis buku langsung diterbitkan oleh penerbit mayor (Andi Publisher) dari narsum waktu itu. Mungkin pepatahnya ‘jalanmu ada di depanmu maka laluilah’. Karena menulis di luar bidang menjadi tantangan sekaligus kesenangan tersendiri, maka harus belajar dari nol dan bekerja keras. Susah juga ya Bu....? kenapa bisa begitu? Karena ibu Iin seorang guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Tarokan Kediri sejak tahun 1998 selain itu beliau juga aktif menjadi tim pengembang mata pelajaran Bahasa Inggris dan tim penilai angka kredit guru di tingkat Kabupaten Kediri dan founder organisasi swadaya masyarakat YAPSI yang berdiri sejak tahun 1991 serta founder PT In Jaya.

Untuk menulis bukunya beliau membutuhkan banyak membaca berbagai sumber referensi baik itu surat kabar, buku dan informasi yang ada di internet, validasi data dengan sumber yang lain,  jadi tidak percaya hanya dari 1 sumber. Tapi dari semua itu kendala terbesar adalah ketika berada di titik jenuh.  Proses penulisan bukunya membutuhkan waktu yang singkat,  namun beliau bisa mengambil kesimpulan cara Prof Eko memberi waktu yang singkat adalah sangat tepat, supaya bisa kejar target (berlari) memenuhi deadline. Untuk meminimalisir titik jenuhnya beliau melakukann hobinya yaitu memasak.

Motivasi dari pemateri “TIDAK ADA KATA TERLAMBAT untuk memulai sesuatu yang baik. Bapak Ibu semua pasti bisa menghasilkan karya yang yang akan dikenang anak cucu dan generasi mendatang.  Ide menulis bisa dari mana saja, dari lingkungan keluarga, tempat kerja dan masyarakat. Selalu semangat dan yakin bahwa ada karya dari tangan Bapak Ibu. πŸ™ ”

Diakhir acara terselip kata dari pemateri “Tatkala waktuku habis tanpa karya dan pengetahuan, lantas apa makna umurku ini?”-Syaikh Hasyim Asy’ari

Menulislah, karena tanpa menulis engkau akan hilang dari pusaran sejarah”-Pramoedya Ananta Toer.

 

 

 

 

 

 

15 komentar:

  1. Singkat padat berisi resumenya ...bagai body itu singset dech ...keren

    Monggo kalo berkenan mampir

    http://nurhidayati2010.com/?p=417

    BalasHapus
  2. Thank you bu Nurhidayati, bukan malas buat yang panjang, ada faktor lain yg tidak bisa di sebut kan. Sudah bolak balik baca blog ibu Nurhidayati, bagus blog nya, banyak Seni, susunannya juga tertata rapi.

    BalasHapus
  3. Bagus, tapi agak beda dari lima sevelumnya.
    Jempol.

    BalasHapus
  4. πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
    Balasan
    1. jempol 5 jari nih bu Imas, digabung dengan jari berbeda tanpa jempol semua jadi hantaran sebelah tangan untuk mencari tangan yang lain untuk bersalaman deh kayaknya...

      Hapus
  5. Titik uap, Titik jenuh Titik...... .... Terima kasih🀝 berada pada masa yg tidak stabil

    BalasHapus
  6. Balasan
    1. terima kasih pak Indra Wahyuddin, bagus begitu tulisannya Pak Indra, semangat menulis sepanjang hayat untuk guru Indonesia

      Hapus
  7. Balasan
    1. terima kasih pak Abraham, tulisan pak Abraham luar biasa juga, semgat terus ya pak menulisnya

      Hapus
  8. Ini mah keren mbak Erike. Singkat tapi mengena. Lanjutkan mbakπŸ’ͺ

    πŸ€πŸ“–Salam Literasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. biasa saja bu Marna, kalau tahu bu Marna dasar menulisnya, kecewa berat bu...Semangat dan salam Literasi guru Indonesia

      Hapus
  9. Balasan
    1. buatnya resume tak nafsu amat pak, asal kirim saja, jangan suka resume saya pak, nanti hilang kreatifitas pak Susanto menulisnya, tulisan pak Susanto sudah melejit diksinya, semangat Pak.

      Hapus