Terkadang perpaduan antara tekanan mencapai titik keberhasilan dengan limit perjuangan di ujung prestasi butuh langkah-langkah yang tidak mudah, seperti adonan yang butuh banyak resep dimana bahannya sudah ada. Siapkah kita merasakan enaknya rasa akhir dari prosedur yang beruntun dalam proses yang penuh tantangan?. Kalau siap berarti kita sudah berhasil menangkap umpan yang di gertak guru besar literasi.
Siapakah umpan besar yang muncul kepermukaan sampai hadir di acara ketiga belajar menulis gelombang 15?. Seseoang yang bernama Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD, yang telah berhasil merasai lika liku penulisan buku yang berjudul “Belajar Semudah Klik membangun Ekosistem Ubiquitous Learning”, berkenalan lebih jauh dengan cikgu kita ini, buka di https://www.cikgutere.com . Jadi, jangan harap cara instan untuk mendapatkan kado literasi berupa terbitan buku yang akan tersebar bila pijakan terlalu goyah untuk bertumpu.
Capaian untuk mendapatkan kado literasi tidak dikasih Cuma-Cuma, ada harga yang harus diperhitungkan untuk mendapatkannya; manajemen waktu, tenaga dan fikiran tak luput jadi standar dasar loncatan menerjang penghalang kebebasan berkarya. Tidak mudah, berat juga, susah mungkin yang akan dialami mendapatkannya menemani sampai diujung pena penghargaan belajar merdeka yang menyapa dan menyalami munculnya tulisan diatas kertas bermaterai.
Dibalik semua itu tokoh yang membesarkannya adalah Prof.Richardus Eko Indrajit, dari tangan dingin beliaulah lahir nama harum cikgu kita ini. Akhirnya, pembelajaran dan belajar menulis jangan hanya sampai pada titik ini.

Mantapp. Sukses sllu.👍👍👍
BalasHapusTerima kasih, sukses itu kata di akhir rintangan, di awal ini masih semangat belajar menulis.
HapusTidak mudah, berat juga, susah mungkin yang akan dialami mendapatkannya menemani sampai diujung pena penghargaan belajar merdeka yang menyapa dan menyalami munculnya tulisan diatas kertas bermaterai.
BalasHapusSalam dari blogger pemula.
Salam juga pak, saya masih pemula yang baru mulai menulis......belum menghasilkan apa-apa, semoga saja berada ditangan yang tepat untuk membangkitkan gelora menulis.
BalasHapusLuar biasa semua atas izin-Nya
BalasHapusIn Sya Allah, ibu Kanjeng, jalan hidup memang beda beda, Tujuan dan arah kesana jua,kecuali berlain arah mungkin kita tak memgenggam tangan yang sama. Salam literasi untuk guru Indonesia.
HapusLuar biasa, saya tertarik dengan diksi yg ibu gunakan. Seperti ada unsur sastra di dalamnya. Apakah ibu juga senang menulis puisi ? Saya jadi penasaran.
BalasHapusEntahlah, belum pernah dicoba, kalau tidak kena polecut om jays dikeluarkan dari group mungkin tak pernah mencoba cikgu tere
HapusRevisi Bukan polecut tapi pelecut
HapusSaya suka judul nya
BalasHapushebat
BalasHapusHadapi tantangan
HapusEnergi maksimal
Bangun motivasi
Ambil kesempatan
Teguh berprinsip
Itu baru HEBAT, belum masih proses
Mantap Bu, resumenya padat berisi
BalasHapusThank pak indra
BalasHapus