Hari, Tanggal : Senin, 24 Agustus 2020
Waktu : 19.00-21.00 WIB
Pertemuan : 10
Moderator : Bambang Purwanto, S.Pd., Gr.
Pemateri : Salamah M.Pd.
Asaalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Ku ucapakan salam ketika membaca
namamu, Salamah, M.Pd., salam ku, ucapan
penghormatan dan doa dari tulisan yang kurangkai untuk seorang guru dari SDN 2 Wonosobo
yang merupakan salah seorang guru berprestasi (gupres).
Kisahmu sungguh menggugah hati,
disayat sembilu tapi tak berdarah, dikala semua orang meremehkan menulis buku,
dirimu tetap bertahan untuk melanjutkan tulisanmu sehingga menghasilkan karya yang akan terus terbit sepanjang
hidupmu. Sungguh banyak buku yang telah terbit dari pikiran cantikmu. Dirimu
tetap berdiri tegak diantara semua takdir yang menimpamu, ada kekecewaan dalam
kisah menulismu ketika karya tidak dihargai, namun dibalik semua itu ada harga
yang setimpal bahkan lebih dari semua usahamu. Tidak ada yang sia sia. Dirimu menulis
semua yang mau ditulis sesuai permintaan pasar, tanpa tawar menawar habis
terjual. Bukan lagi mencari , tapi dicari dengan jawaban Siap! ketika ada permintaan membuat buku. Hebat ya....
Dari semua itu inilah tuturannya “Saya
percaya gusti Allah yang sangat maha
hebat, itulah yg telah menetapkan bahwa dari keterpurukan, dari kesakitan, dari
ter terburuk. Saya tetap Semangat. Saya tidak putus asa. Saya tidak pernah
marah baik pada manusia maupun pada
Allah dan buku saya mulailah menghasilkan pundi-pundi uang yang sangat
banyak. Yg sangat banyak, dimana uang
itu bisa saya gunakan untuk ini untuk itu. Untuk ini, untuk itu dan saya tidak
lagi harus mengusulkan atau memberikan proposal ke penerbit, justru penerbit yang mengusulkan kepada saya. Bisa
membuat buku ini bu Salamah?, Saya katakan SIAP.
Bisa buat buku ini bu Salamah? Saya katakan SIAP, sampai sekarangpun saya seperti itu.”
Terkadang ketika saya menyuruh teman seperjuangan untuk menulis dia akan mengatakan “susah menulis, apalagi membuat satu paragraf” katanya, memang susah kalau tidak dimulai dari diri sendiri ya bu Salamah J
Suara lembutmu dengan gagahnya ketika penutupan materi “Tetapkan langkah, Satukan otak, Bulatkan Tekat, Lurus Kedepan, Raih semuanya...Bravo. Kita Bisa, Kita Mampu, dan Kita Akan Melewati Rintangan dengan Mudah, Majulah Guruku, Majulah Indonesiaku, Bravo...., selamat malam semuanya , dadadahhh.......”
Ku sudahi tulisanku untuk malam ini "Wa‘alaikum Salam Warahmatullahi Wabarakatuh".

singkat padat dan jelas isinya
BalasHapusseperti biasa pak Bahrudin, coba bu Salamah mengetik di WAG pasti banyak tulisannya, sekarang menggunakan suara, dengar, salin, salah,ulangi lagi....dengar lagi....kalau ada tulisan tinggal copy paste terus sesuaikan dengan keinginan kita, pintar bu Salamah bikin pelatihannya. Walaupun ada aplikasi untuk memindahkan suara ke tulisan sih, tapi....tulis dululah biar ada yg diingat di kepala.
BalasHapusTulisannya komunikatif mba Erike.
BalasHapussalam literasi
Yang penting menulis dulu bu Marna, hasilnya kemudian. Salam literasi untuk guru Indonesia
BalasHapusBaguss
BalasHapusSebenarnya bagus itu masalah selera, terima kasih bu Yanti.
HapusMantul ....dari voice ditulis ulang dengan versi masing-masing .....siip judulnya saja selalu Ready ......salam literasi
BalasHapusYoi bu Nurhidayati yang selalu bersilaturahmi sesama blog, kadang sama teman lainnya, cuma berkunjung tanpa menyapa alias tanpa meninggalkan jelas ataupun silent reader, yang penting sudah baca sudah aja, dari pada tak di tengok.
BalasHapusTulisan yang padat tapi syarat makna
BalasHapusSaya harus banyak belajar dari ibu🙏
Jangan belajar dari saya, mungkin saya banyak Salahnya, belajarlah seperti Nabi Ibrahim mencari Tuhannya. Alainyo awak pak Abraham.
HapusTulisan singkat yang syarat makna.
BalasHapusSaya mesti belajar banyak dari ibu🙏
Manteeppppppp
BalasHapusJosss
Cihuuuyyyy
Ringkessss banget langsung pada pokok isi. Keren
Pak Indra nih yang keren, semangat belajar tanpa henti,semangat pak Indra
HapusKeragaman cara menulis para blogger menjadi ciri khas masing-masing, Be yourself. Keren nih
BalasHapusTerima kasih bu Sri Mulianah, masih mencari dimana letak jati diri, masih sama belajar dengan yang lebih senior di group, apalagi narasumber/pematerinya mantap jiwa, selain itu juga belum ahli juga dalam menulis. Masih butuh banyak ilmu, haus ilmu literasi. Kapan kenyangnya ya... Jangan pernah berhenti untuk belajar sajalah bu Sri.
BalasHapusMantap Bu Erike resumenya, padatbdan komunikatif
BalasHapus