Jumat, 28 Agustus 2020

Hatimu yang Tertulis

 

Apabila cinta telah berkata maka semuanya terasa indah. ‘Cinta’ merupakan kata hati dimana bersumber dari segumpal darah merah untuk merasakan salah satu getaran emosi yang ditimbulkan dari sinyal-sinyal perasaan.  

Kata ‘mencintai ‘menjadi kata kerja karena  memerlukan tindakan untuk melaksanakan kegiatan yang telah disukai.  Ketika menulis dengan cinta berarti menulis dengan perasaan yang ditimbulkan dari dalam diri yang tertuang  menjadi kalimat-kalimat yang dapat berbicara.

Ketika hati telah berbicara muncullah indra keenam untuk menyentuh dengan rasa kasih dan rindu yang bersemayang dalam kalbu.

Cintai kata-kata

Semua kan bisa meraba

Berbicara dalam rasa

Merajut suka cita

Berkelana dalam cerita

 

Jauhnya rindu disini saja

Berdiam diri di alam semesta

Menanti kunjungan sinar yang bercahaya

Membawa secercah fatamorgana bahagia

Terpatri dalam kalbu yang berdoa

Menanti jawaban dari yang maha kuasa

 

Yang ku tulis ini apa ya?

 

 

 

Rabu, 26 Agustus 2020

Terkejut! “ Tidak Boleh” menjadi Guru

 

Hari                 :  Rabu, 26 Agustus 2020

Jam                  :  19.00-22.00 WIB

Narasumber     :  Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA

Moderator       :  Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd

Malam ini suasana dalam group menulis sangat panas dan menggairahkan, dimulai dengan lagu kenangan lawas  bersama kekasih hati, juru bicara guru besar prof. Ekoji memulai pelatihan menulis https://www.youtube.com/watch?v=eOHeAau1tYo

Banyak sekali pesan moral untuk menulis bagi para guru yang bernafsu untuk mengeluarkan karyanya, tapi  dari semua itu dasarnya kembali kepada diri pribadi peserta untuk mengeluarkan imajinasi karyanya yang akan tercipta di tangan ajaibnya.  Menulis itu bagian akhir dari proses belajar dengan urutan belajar yang dimulai dari mendengar, melihat, berbicara  dan terakhir dengan menulis.  Yap, menulis bagian akhir proses  belajar dari tinta tinta pemikiran yang tercetak berbentuk huruf-huruf yang berakhir berbentuk buah pemikiran (buku).  Tak banyak bicara, buktikan saja. Menulis.....momok menakutkan bagi teman seperjuangan saya dan sebagian lagi akan berputar untuk melangkah dalam menulis bila terpancing. Semoga saja tidak jadi sorotan dengan modal iseng.

“Tidak boleh” menjadi  guru, begitulah jawaban dari prof EKOJI bila dirimu tak mau jadi penulis, kejam sekali,  terasa  sakit tapi perihnya menyesakkan dada. Guru harus memiliki literasi itu hukumnya wajib. Menulis jelah........ 



Selasa, 25 Agustus 2020

Are you Ready? Siap!

 

Hari, Tanggal   : Senin, 24 Agustus 2020

Waktu               : 19.00-21.00  WIB

Pertemuan        : 10

Moderator        : Bambang Purwanto, S.Pd., Gr.

Pemateri           : Salamah M.Pd.

Asaalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Ku ucapakan salam ketika membaca namamu, Salamah, M.Pd.,  salam ku, ucapan penghormatan dan doa dari tulisan yang kurangkai untuk seorang guru dari SDN 2 Wonosobo yang merupakan salah seorang guru berprestasi (gupres).

Kisahmu sungguh menggugah hati, disayat sembilu tapi tak berdarah, dikala semua orang meremehkan menulis buku, dirimu tetap bertahan untuk melanjutkan tulisanmu sehingga menghasilkan  karya yang akan terus terbit sepanjang hidupmu. Sungguh banyak buku yang telah terbit dari pikiran cantikmu. Dirimu tetap berdiri tegak diantara semua takdir yang menimpamu, ada kekecewaan dalam kisah menulismu ketika karya tidak dihargai, namun dibalik semua itu ada harga yang setimpal bahkan lebih dari semua usahamu. Tidak ada yang sia sia. Dirimu menulis semua yang mau ditulis sesuai permintaan pasar, tanpa tawar menawar habis terjual. Bukan lagi mencari , tapi dicari dengan jawaban Siap! ketika ada permintaan membuat buku. Hebat ya....

Dari semua itu inilah tuturannya “Saya percaya gusti Allah yang sangat maha hebat, itulah yg telah menetapkan bahwa dari keterpurukan, dari kesakitan, dari ter terburuk. Saya tetap Semangat. Saya tidak putus asa. Saya tidak pernah marah baik pada manusia maupun pada Allah dan buku saya mulailah menghasilkan pundi-pundi uang yang sangat banyak. Yg sangat banyak,  dimana uang itu bisa saya gunakan untuk ini untuk itu. Untuk ini, untuk itu dan saya tidak lagi harus mengusulkan atau memberikan proposal ke penerbit,  justru penerbit yang mengusulkan kepada saya. Bisa membuat buku ini bu Salamah?, Saya katakan SIAP. Bisa buat buku ini bu Salamah? Saya katakan SIAP, sampai sekarangpun saya seperti itu.”

Terkadang ketika saya menyuruh teman seperjuangan untuk menulis dia akan mengatakan “susah menulis, apalagi membuat satu paragraf” katanya, memang susah kalau tidak dimulai dari diri sendiri ya bu Salamah J

Suara lembutmu dengan gagahnya ketika penutupan materi  Tetapkan langkah, Satukan otak, Bulatkan Tekat, Lurus Kedepan, Raih semuanya...Bravo. Kita Bisa, Kita Mampu, dan Kita Akan Melewati Rintangan dengan Mudah,  Majulah Guruku, Majulah Indonesiaku, Bravo...., selamat malam semuanya , dadadahhh.......”

Ku sudahi tulisanku untuk malam ini "Wa‘alaikum Salam Warahmatullahi Wabarakatuh".


Jumat, 21 Agustus 2020

Bibit Disemai, Belum Tentu Sama Tumbuh

Pukul               : 19.00-21.00

Hari,Tanggal   : Jumat, 21 Agustus2020

Pertemuan       : 9

Moderator       :Dra. Sri Sugiastuty, M.Pd.

Pemateri          : Sigit Suryono, S.Pd, M.Pd.

Pengalaman mengajarkan semua peristiwa yang tidak sama antara satu dengan yang lainnya, terkadang kegagalan demi kegagalan pasti membawa kepada puncak kesuksesan, jatuh bangun setiap kejadian di dalam meraih perjuangan itu seperti mengejar layang-layang putus. Kesuksesanmu sudah ada melayang di antara asa dan harapan, mungkin tergegam mungkin tidak tapi, cobalah dan cobalah meraihnya. Sampai pada genggamanmu yg kokoh untuh mempertahankannya.

Setiap keinginan untuk mendapatkan sesuatu dimana semua menginginkannya tidak akan membuatmu kehilangan, karena itu semua menandakan bahwa keyakinanmu pasti berbuah manis pada masanya. Dari semua itu kamu perlu kehangatan matahari untuk menyinari dirimu sampai kamu berdiri tegak memberikan manfaat pada yang lainnya.


Creater Man Jadda Wajada’ Book

Judul Materi    : Berbagi Pengelaman Menerbitkan Buku

Pukul               : 19.00-21.00

Hari,Tanggal   : Rabu, 19 Agustus2020

Pertemuan       : 8

Moderator       :Dra. Sri Sugiastuty, M.Pd.

Pemateri          : Akbar Zainudin

Blog https://akbarzainudin.com/

Belajar langsung melalui WAG bersama pengarang buku ‘Manjadda Wa Jaada’ itu gimana ya? Ada sesuatu yang membuat langsung bertindak untuk berbuat, tapi bukan sekedar kata-kata, buktikan! Sebelum acara dimulai beliau memberikan  https://youtu.be/-7E7q4I4-vU Materi Menulis: Langkah-Langkah Menulis Buku.

Jadi, mari mengikuti langkah-langkah menulis dari awal lagi untuk menjadikan sebuah karya.

Ada Enam langkah diringkasan materi pak Akbar menjadi singkatan TOJTRP  yaitu Tema, Outline, Jadwal, Tulis, Revisi, Penerbit.

1.      Tema, Setiap buku harus punya tema besar, baik buku fiksi maupun non fiksi. Tema akan menjadi rel yang mengikat kita dari awal tulisan hingga akhir.

2.      Outline, atau Daftar Isi

Gunanya outline:

1. Agar tulisan kita terarah.

2. Bisa buat jadwal dan target.

3. Menghindari "ngeblank" pada saat menulis.

4. Agar bukunya selesai.

3.      Jadwal, Buatlah jadwal penulisan.

Cara Membuat Jadwal.

1. Buatlah tabel dengan 4 kolom, yang berisi No-Judul Artikel-Target Lama Menulis-Tanggal-Keterangan

2. Isi Nomer

3. Isi Judul Artikel

4. Perkirakan Berapa Lama (Berapa Hari) Artikel akan Ditulis

5. Buat sesuai dengan tanggal yang ada saat ini.

6. Isi Keterangan dengan apakah sudah selesai ditulis atau belum

4.      Tulis

Di sini, disiplin diri dan komitmen yang akan menentukan apakah tulisan kita akan selesai atau tidak.  Tulis dan selesaikan semua judul artikel terlebih dahulu. Jangan terpaku untuk satu tulisan sampai sempurna.

5.      Revisi

Tahap pertama adalah menyelesaikan semua draft buku.

Tahap kedua, baru revisi. Apa saja yang direvisi?

1. Data dan informasi yang kurang.

2. Tata Bahasa

3. Gaya Tulisan. Disamakan dari awal hingga akhir.

4. Judul-judul artikel. Buatlah judul-judul yang menarik.

6.      Penerbit.

Apa yang menjadi pertimbangan penerbit? Paling utama adalah bukunya laku atau tidak. Ini menyangkut kebutuhan masyarakat pembaca. Apakah pembaca butuh buku kita?  Siapa yang butuh? Berapa banyak orang yang butuh?  Buku kita menjawab kebutuhan apa?Semakin besar kebutuhan masyarakat akan buku kita, maka peluang diterbitkan semakin besar.  Karena itu, sebagai penulis kita mesti memahami buku kita siapa yang akan beli, dan siapa yang kira-kira akan baca.  

Hal kedua adalah apa yang bisa membedakan buku kita dari buku sejenis. Apa kelebihan kita dibandingkan dengan buku sejenis?  Kita harus mampu menjawab pertanyaan ini. Karena hal itu yang akan menjadi pertanyaan dan juga pertimbangan penerbit.

Ketiga, pertanyaan penerbit adalah, apa yang akan Anda lakukan untuk membantu pemasaran buku?  Harus punya jawabannya. Misalnya iklan di Medsos, Seminar, Pelatihan, Diskusi Buku, Membangun Komunitas, Dan Sebagainya.  Apakah perlu membayar kepada penerbit?  Kita tidak perlu membayar ke penerbit. Bahkan kita mendapatkan uang ROYALTI. Rata-rata royalti adalah 10% dari buku yang terjual.

Bagaimana cara mengirim naskah?

1. Naskah harus sudah jadi.

2. Diprint, dikirim dengan hard copy dan soft copy dalam bentuk CD atau Flash Disk

Berapa lama? Kabar diterima atau tidak sekitar 3 bulan.

Pesan terakhir peninggal jejak pemateri “Bagi saya, menulis adalah tentang membuat hidup kita lebih hidup. Menulis adalah tentang bagaimana membangunkan semua potensi dalam diri secara maksimal. Dimulai dari malam ini. Niatkan dan bangun komitmen bahwa kita akan memulai menulis. Agar diri kita lebih bermanfaat bagi diri kita, keluarga, anak didik, dan masyarakat secara luas. Tantangan terbesar itu dari diri kita sendiri. Semakin kita bisa mengalahkan diri kita, semakin cepat kita bisa menulis. Hilangkan semua kekhawatiran karena biasanya ada dalam pikiran. Kalau kita sudah melangkah, semua ketakutan dan kekhawatiran itu akan hilang. Semuanya sekarang kembali kepada diri kita. Apakah kita ingin membuat perubahan dalam hidup kita atau kita membiarkan waktu terus berjalan dan mengalahkan kita. Saatnya kita tidak hanya membaca kesuksesan orang lain, saatnya menuliskan sejarah kesuksesan kita sendiri. Terima kasih banyak buat Om Jay, Ibu Sri serta Bapak Ibu sekalian yang hebat. Malam ini sungguh luar biasa. Mudah-mudahan bisa bermanfaat. Mohon dimaafkan untuk segala kekurangan dan kekhilafan. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🙏🙏”

 

Kamis, 20 Agustus 2020

Beruntungmu, Tekad Bersayap

 

Judul Materi    : Belajar dan Berbagi Cara Menerbitkan Buku Keren

Pukul               : 19.00-21.00

Hari, tanggal   : Senin, 17 Agustus 2020

Pertemuan       : 7

Moderatoer      : Dra. Sri Sugiastuty, M.Pd.

Pemateri          : Noralia Purwa Yunita, M.Pd

Email               : noraliapurwa@gmail.com

Seseorang yang dipanggil Nita sejak kecil bermetamorfosis menjadi Nora ketika duduk di bangku SMA, merupakan gabungan sempurna dari putri pertama dari dua bersaudara dengan ayah bernama Ali Achmadi, S.Pd dan ibu Noor Fatkhiyah, S.Pd.SD. memulai mengenal  dunia literasi semenjak kuliah S1 dengan bermodalkan ikut-ikutan yang diajak senior. Dengan modal nekat dan otodidak itulah memenangkan juara 3 lomba karya tulis ilmiah tingkat provinsi sehingga jadi candu/ketagihan menulis dan ikut lomba lainnya sehingga menyelesaikan kuliah S1 dan S2 secara gratis, alias tanpa biaya karena biaya sudah tercover dengan uang hadiah juara. Untuk lebih jelasnya buka

Ø  https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/04/biskuit-pena-petai-cina-untuk.html juara 3 provinsi

Ø  https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/04/mendulang-berkah-dari-sampah.html

Ø  https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/04/bisnis-brownies-binang-sebagai-upaya.html

Ø  https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/05/jurus-4r-mencatatkan-sejarah-lewat.html

Ringkasan menghasilkan karya versi Noralia dari  belajar menulis kulwap gelombang 8. https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/06/tips-membukukan-hasil-resume-pelatihan.html

1.      Ambil kesempatan yang ada

Ketika  melihat ada kesempatan dan mempunyai tulisan dengan tema yang dimaksud, langsung saja kirimkan tulisan tersebut sehingga berhasil terbit di media cetak dan daring. Buku pertama berjudul digital mindset juga sama, ketika itu prof Eko (Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA) menjadi narasumber di grup 8, beliau memberikan tantangan berkolaborasi menulis buku dalam seminggu. Tema sudah ditentukan yaitu mengambil sebuah judul dari kanal YouTube beliau https://www.youtube.com/channel/UCa3LCo2Zjy_h_NaWz1V2jOw dengan modal nekat dan penasaran, setelah kulwap selesai,  menjapri beliau dengan menyatakan bersedia untuk dapat menulis buku dalam seminggu. Waktu itu memilih judul Digital Mindset karena sesuai dengan kondisi kita sekarang yang harus mengurangi bersentuhan dan kerumunan. Keberuntungan penulis pemula Noralia yang langsung diterbitkan oleh penerbit mayor Andi;  berkolaborasi dengan prof Eko yang notabene penulis terkenal, banyak karya, dan yang kedua tema yang diambil sesuai trend sekarang.

 Untuk mendapatkan bukunya hubungi 087786578494 (WA Nora)

2.      Beri target

Untuk target ini sesuaikan dengan outline yang telah dibuat. Tentunya outline harus selaras dengan tema yang diambil, misal di outline kita ada 5 bab, buat target kapan 5 bab itu harus selesai. Misalkan 5 bulan selesai 5 bab, berarti wajib 1 bulan selesai 1 bab

3.      Catat referensi

Setelah  memiliki outline dan target, selanjutnya mencari referensi sesuai dengan outline yang ada, referensi yang digunakan untuk buku digital mindset adalah jurnal ilmiah baik itu nasional dan internasional, buku, dan beberapa modul dari Kemdikbud, Jadi referensi boleh secara online maupun offline serta usahakan referensi terkini dan teraktual. Untuk tema buku yang dapat menarik minat baca, dapat mencari di google trend. Silahkan mengetik salah satu keyword / tema yang menjadi fokus untuk menulis. Nanti akan terlihat trend dari tema yang akan diambil. Apakah bertahan lama ataukah semakin menurun seiring berjalannya waktu.

4.      Disiplin waktu

Nah ini yang biasanya sangat susah dilakukan. Terkadang outline sudah bagus, target sudah ada, referensi sudah lengkap, tapi dalam perjalanan, kadang rasa jenuh dan malas itu datang. Akhirnya berhenti menulis. Untuk mengatasi kejenuhan, tiap orang mungkin berbeda, solusinya dapat menentukan waktu tersendiri untuk menulis. Waktu tersebut bebas, yang penting waktu ternyaman untuk berkarya, keluargapun senang, serta meliburkan diri menulis 2 hari, yaitu Minggu malam dan Rabu malam. Kenapa? Karena dikedua waktu itu memfokuskan untuk membuat konten channel YouTube, Jadikan menulis itu hobi. Hobi harus dilakukan dengan senang, sambil melihat-lihat tayangan YouTube lainnya sehingga mendapat inspirasi menulis dari hasil tontonan, karena sebenarnya ide bisa saja datang darimana pun termasuk film,biasanya drama Korea kesukaan 🤭. Karena itu rasa jenuh itu hilang 😊. Kenapa meliburkan diri? Karena tipikal orang yang tidak suka melakukan hal yang sama berulang-ulang, jika terus menjadwalkan untuk menulis, khawatirnya bosan, Jadi selingi dengan membuat media pembelajaran untuk channel YouTube 😊

5.       Tulis

Setelah semuanya, proses terakhir yaitu menuliskan isi buku sesuai outline yang ada, pada saat menulis buku, jangan terlalu terpaku buku kita harus terbit di penerbit mayor, Jika seperti itu, takutnya nanti kecewa jika hasil tidak sesuai harapan. Nikmati saja alurnya, masalah penerbitan akan mengikuti. Karena menulis dan membaca adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Dengan banyak membaca, semakin banyak diksi kita. Akhirnya tulisan kita juga semakin renyah ketika dibaca

Untaian kata penutup acara oleh pemateri “Menulislah, karena dengan menulis dan berkarya adalah caramu untuk hidup 1000 tahun bahkan beribu-ribu tahun lagi 😊.”

Kesimpulan dari penulis resume: Mulailah mengembangkan sayap literasimu sedari kamu tahu seberapa lebar bentangannya sehingga kamu bisa melihat banyak hal dari ketinggian fatamorgana mahakaryamu. Apabila belum mampu cobalah merasakan membuka kepakan demi kepakan rasa rindu untuk terbang bersama yang lainnya. Terbangkan karyamu sampai ketempat takdirnya.

 

 

 

 

 


Minggu, 16 Agustus 2020

Keluar Dari Zona Aman, Hasilkan Karya

Hari                 :  Jum'at, 14 Agustus 2020

Jam                  :  19.00-22.00 WIB

Judul Materi    :  Pengalaman Menulis dan Menerbitkan Buku di Penerbit Mayor 

Narasumber     :  Dra. Musiin, M.Pd.

Moderator       :  Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd

Pemateri pada pertemuan 6 dipanggil Bu Iin, yang merupakan salah satu anggota ‘geng’ menulis buku dalam waktu singkat selama semingu yang merupakan jebolan Menulis Gelombang 8 yang di tantang Prof Eko yang menjadi  narsum pada waktu itu. Sumber bahan menulisnya berasal dari https://www.youtube.com/watch?v=8oMCQspJOII . Penulis yang bernama lengkap Dra.Musiin, M.Pd. dengan judul bukunya LITERASI DIGITAL NUSANTARA bisa dipesan melalui https://bit.ly/PESANBUKU-EKOJI  dengan CP.081226917765. Untuk mengetahui isi bukunya lebih baik hubungi alamat link yang telah dibagikan.

'Literasi Digital Nusantara'  merupakan buku pertamanya yang diterbitkan di Penerbit Mayor yang mana  Ibu Iin sebelumnya menulis PTK, jurnal, proposal, laporan  untuk kepentingan pekerjaannya. Semuanya berawal dari niatnya dalam fikirannya untuk membuat buku untuk tambahan angka kredit di SKP (Sasaran Kinerja Pegawai), ketika ada niat disitu ada jalan, gayung tersambut sampailah di Kelas Menulis Om Jay yang menjadi awal mula jatuh cinta  menulis buku langsung diterbitkan oleh penerbit mayor (Andi Publisher) dari narsum waktu itu. Mungkin pepatahnya ‘jalanmu ada di depanmu maka laluilah’. Karena menulis di luar bidang menjadi tantangan sekaligus kesenangan tersendiri, maka harus belajar dari nol dan bekerja keras. Susah juga ya Bu....? kenapa bisa begitu? Karena ibu Iin seorang guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Tarokan Kediri sejak tahun 1998 selain itu beliau juga aktif menjadi tim pengembang mata pelajaran Bahasa Inggris dan tim penilai angka kredit guru di tingkat Kabupaten Kediri dan founder organisasi swadaya masyarakat YAPSI yang berdiri sejak tahun 1991 serta founder PT In Jaya.

Untuk menulis bukunya beliau membutuhkan banyak membaca berbagai sumber referensi baik itu surat kabar, buku dan informasi yang ada di internet, validasi data dengan sumber yang lain,  jadi tidak percaya hanya dari 1 sumber. Tapi dari semua itu kendala terbesar adalah ketika berada di titik jenuh.  Proses penulisan bukunya membutuhkan waktu yang singkat,  namun beliau bisa mengambil kesimpulan cara Prof Eko memberi waktu yang singkat adalah sangat tepat, supaya bisa kejar target (berlari) memenuhi deadline. Untuk meminimalisir titik jenuhnya beliau melakukann hobinya yaitu memasak.

Motivasi dari pemateri “TIDAK ADA KATA TERLAMBAT untuk memulai sesuatu yang baik. Bapak Ibu semua pasti bisa menghasilkan karya yang yang akan dikenang anak cucu dan generasi mendatang.  Ide menulis bisa dari mana saja, dari lingkungan keluarga, tempat kerja dan masyarakat. Selalu semangat dan yakin bahwa ada karya dari tangan Bapak Ibu. 🙏 ”

Diakhir acara terselip kata dari pemateri “Tatkala waktuku habis tanpa karya dan pengetahuan, lantas apa makna umurku ini?”-Syaikh Hasyim Asy’ari

Menulislah, karena tanpa menulis engkau akan hilang dari pusaran sejarah”-Pramoedya Ananta Toer.

 

 

 

 

 

 

Kamis, 13 Agustus 2020

Belajar dari Induk Ayam

 

Hari                 :  Rabu, 12 Agustus 2020

Jam                  :  19.00-22.00 WIB

Judul Materi    :  Menjadi Guru Enterpreneur

Narasumber     :  Dra. Betti Risnalenni, M.M

Moderator       :  Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd

Belajar dari Induk Ayam

1.Anak ayam kalau diganggu, emaknya akan mengejar (bukan ayam ras, ayam potong, ayam panggang, ayam kampus ataupun istilah ayam di jaman kini) tapi, Induk Ayam Hutan penguasa rimba larangan.

2.Kaki ayam akan selalu bergerak mengais rezeki, karena tidak ada satupun hewan melata di muka bumi yang rezekinya sudah terjamin ( surat apa ya....?)

3. Kehangatan sayapnya untuk melindungi generasi dari ancaman marabahaya.

Segalak galak harimau tidak segalak pada anaknya, No Children Left Behind. Apa Hubungannya Harimau dengan Ayam ya? PUSING........

Lagi malas menulis, pendek saja, lagi cari ide, ide ....dimana kamu..? Sinyal oh sinyal.....kenapa pula hilang timbul......


Senin, 10 Agustus 2020

Putra Daerah Tana Toraja di dalam Tulisan

Hari, Tanggal  : Senin, 10 Agustus 2020

Waktu             : 19.00-21.00 WIB

Pemateri          : Yulius Roma Patandean, S.Pd.

Moderator       : Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd

Judul:              : Pengalaman Menulis dan Menerbitkan Buku di Penerbit Mayor 

Ada marga di akhir namamu. Biasa dipanggil pak Roma. Jargon pak Roma penyemangat menulisnya "Tuailah hasil selama masih sanggup CLBK (Coba, Lakukan, Budayakan dan Konsisten)". Seperti tuturannya dibawah ini:

Coba; Tak ada satu pun usaha yang berhasil jika tidak mencobanya lebih dahulu. Setiap tawaran pekerjaan dan amanah yang diberikan ke saya, saya jarang menolaknya selama ada kaitannya dengan dunia mengajar. Sama halnya dengan menulis, memulainya kadang susah, terutama dalam membangun ide lalu mencurahkannya kalimat demi kalimat. Mencoba berulang-ulang akan melatih kita memproduksi untaian kata-kata yang menghasilkan kalimat bermakna.

Lakukan; Ketika kita sudah mencoba, telah menemukan rasa dan keunikan tulisan kita, maka harus terus dilakukan agar ide kita tidak mengendap seiring berlalunya waktu. Jika ada kendala, dan kita berhenti menulis saat itu, maka saat itu juga semangat menulis kita berhenti. Jadi saya paksa diri saya untuk menulis, hingga kini. Menulis apa saja, intinya harus ada sesuatu yang tersimpan di draft tulisan blog saya atau tersimpan di laptop. Ada yang saya simpan di https://romapatandean.wordpress.com  atau di https://romadean.blogspot.com.

Budayakan; Menulis harus menjadi budaya kita. Menjadi bagian dari cara hidup kita. Menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan kita. Jadi, budayakan menulis, sehingga menjadi panggilan beraktifitas setiap hari.

Konsisten;Tak ada karya yang terselesaikan dengan baik tanpa konsistensi. Konsisten dalam menulis adalah misi untuk mencapai visi seorang penulis, yakni menghasilkan sebuah karya tulisan yang bisa memberi inspirasi bagi banyak orang. Bagaimana cara saya konsisten? Memaksa menulis setiap hari, minimal menulis tugas untuk siswa di blog atau upload gambar. Selain itu, saya aktif membeli buku secara online. Jika saya kesulitan mengembangkan ide, maka saya cari bukunya di OLSHOP. Bila jenuh menjelang, keluarkan keringatmu ditempat  lain ( kebun) tapi pikiranmu masih di kepala. Jadi, jangan takut CLBK, namun nikmatilah prosesnya dan syukuri hasilnya.

Adapun hasil karyanya berjudul “Digital Transformation dan Flipped Classroom” dengan sipnosis; Buku Digital Transformation hadir dengan maksud membuka wawasan akan pentingnya mengubah mindset untuk bertransformasi, mengambil peran dan memposisikan diri dalam perubahan teknologi digital yang begitu pesat dalam dunia bisnis dan pendidikan. Selain itu buku ini memberi gambaran bagaimana membangun kampus dan sekolah yang cerdas ditinjau dari penggunaan teknologi digital, nature dan budaya. Serta bagaimana menerapkan cyber pedagogy dalam proses pembelajaran. Buku ini bisa dijadikan referensi untuk para pelaku bisnis, pelaku pendidikan, dosen, kepala sekolah, guru, dan mahasiswa terkait transformasi digital. Sementara buku kedua Flipped Classroom; Belajar tanpa PR di rumah adalah kerinduan anak didik kita. PR dikerjakan di kelas tatap muka bisa saja menjadi hal baru bagi para pendidik. Flipped Classroom adalah buku tentang strategi membalikkan kelas dalam melakukan pembelajaran. Buku ini berisi berbagai tips bagaimana membalikkan kelas, sehingga siswa mampu berpikir kritis, lebih kreatif, mandiri dan mampu berkolaborasi. Peserta didik dimungkinkan untuk mampu menguasai konten pelajaran sesuai dengan kecepatan mereka masing-masing. Buku ini diperuntukkan bagi siapapun yang mencintai pendidikan, baik dosen, guru maupun para orang tua yang ingin mengetahui seperti apa model kelas terbalik.

Pertanyaaan babak-babak yang akan  mengakiri acara sebelum hujan lebat menjadi banjir yang sudah membasahi tana toraja “Bagaimana melawan malas dan kelelahan, terkadang sudah di depan laptop malah ketiduran?” yang dijawab pemateri berupa “Bangun komitmen, semangat dan motivasi diri sendiri, bahwa ada hasil yang harus saya capai dalam proses menulis ini. Kalau kelelahan, biasanya saya tidur dulu. Walaupun itu jam 5 sore saya pulang dari sekolah. Saya usahakan tidur. Bangun sekitar jam 7 malam. Saya merasa segar kembali. Trik lainnya, saya minta istri pijit punggung saya hehehe”. Pertanyaan sehingga sampai di ujung acara “Apa yang harus kita lakukan agar kita dengan mudah mendapatkan ide untuk menulis? Dari Hayati Cempaka, Pemalang, Jawa Tengah. Yang di  balas dengan “Menuliskan semua hal menarik yang kita lihat atau alami. metode pak Budiman hakim tentang Cerpenting itu juga banyak membantu saya. Banyak membaca, entah itu sumber internet ataupun koleksi buku-buku. Saya tiap hari pantau informasi di Twitter, kadang ide juga munculnya dari sana”.

Pesan akhir materi yang disampaikan dari pemateri ditutup  dengan “Jangan lelah untuk Coba, Lakukan, Budayakan dan Konsisten dalam menulis. Setiap usaha kita, pastinya akan bermuara pada hasil yang optimal mana kala kita senantiasa mau belajar, membangun komitmen dan memotivasi diri. Menulis adalah proses kehadiran kita untuk membawa kabar baik tentang ilmu kehidupan. Apa pun yang kita tulis pastinya ada hubungannya dengan proses hidup kita”.

 

Sabtu, 08 Agustus 2020

Gertakan Guru Besar Literasi

 


Terkadang perpaduan  antara tekanan mencapai titik keberhasilan dengan limit perjuangan di ujung prestasi butuh langkah-langkah yang tidak mudah, seperti adonan yang butuh banyak resep dimana bahannya sudah ada. Siapkah kita merasakan enaknya rasa akhir dari prosedur yang beruntun dalam proses yang penuh tantangan?. Kalau siap berarti kita sudah berhasil menangkap umpan yang di gertak guru besar literasi.

Siapakah umpan besar yang muncul kepermukaan sampai hadir di acara ketiga belajar menulis gelombang 15?. Seseoang yang bernama Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD, yang telah berhasil merasai lika liku penulisan buku yang berjudul “Belajar Semudah Klik membangun Ekosistem Ubiquitous Learning”, berkenalan lebih jauh dengan cikgu kita ini, buka di https://www.cikgutere.com . Jadi, jangan harap cara instan untuk mendapatkan kado literasi berupa terbitan buku yang akan tersebar bila pijakan terlalu goyah untuk bertumpu.

Capaian untuk mendapatkan kado literasi tidak dikasih Cuma-Cuma, ada harga yang harus diperhitungkan untuk mendapatkannya; manajemen waktu, tenaga dan fikiran tak luput jadi standar dasar loncatan menerjang penghalang kebebasan berkarya. Tidak mudah, berat juga, susah mungkin yang akan dialami mendapatkannya menemani sampai diujung pena penghargaan belajar merdeka yang menyapa dan menyalami munculnya tulisan diatas kertas bermaterai.

Dibalik semua itu tokoh yang membesarkannya adalah Prof.Richardus Eko Indrajit, dari tangan dingin beliaulah lahir nama harum cikgu  kita ini. Akhirnya, pembelajaran dan belajar menulis jangan hanya sampai pada titik ini.

 


Rabu, 05 Agustus 2020

Sepak Terjang Si Pengembara Literasi Melalui Pengalaman Hidup


Memancing Ide dari Sang Kanjeng


Memancing Ide dari Sang Kanjeng

     Berawal dari kegiatan online melalui group WA Belajar Menulis gel. 15 bersama Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd. Senin, 3 Agustus 2020 jam 19.00 WIB ku coba untuk merangkai kata-kata dari kisah seorang ibu literasi yang tidak bosan untuk berkarya dalam dunia jurnalistik. Beliau memberikan kisah kasih hidupnya dalam menerbitkan berbagai macam buku dan pengalaman berharga yang tidak dapat dinilai dengan apapun dalam mencerdaskan generasi muda melalui ide inspiratif. Selain itu kegigihan dan pantang menyerah dalam menulis tidaklah pudar dari tangan indah dalam menitikkan tinta-tinta hitam di kertas putih yang akan tercetak maupun yang sudah tercetak. 
    Hanya tiga kalimat yang ku tulis  untuk hari ini karena kondisi lingkungan dalam mendapatkan akses internet yang tidak mendukung di Dua Koto Pasaman.